Demokrat malah dukung kerja sama KPU-Lemsaneg
Senin, 11 November 2013 - 09:17 WIB
Demokrat malah dukung kerja sama KPU-Lemsaneg
A
A
A
Sindonews.com - Meski banyak penolakan dari berbagai kalangan dan para pegiat pemilu, kerja sama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) rupanya mendapat dukungan dari Partai Demokrat.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan, kerja sama tersebut tak ada masalah. Justru yang membutuhkan kerja sama itu adalah pihak KPU. Sebab, data KPU terkait pengamanan data pemilu lemah dan mudah diretas oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
"Dan Lemsaneg kan sudah memperlihatkan betapa gampangnya data diretas, betapa gampangnya diterobos, apa sistem pengamanan dan informasi dari KPU," kata Ramadhan, saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Dikatakan dia, fungsi Lemsaneg dalam kerja sama itu adalah untuk memberi perlindungan terkait pengamanan data pemilu. Bahkan, menjadi aneh jika ada pihak tertentu yang mencurigai hal itu bakal dimanfaatkan untuk meraup kepentingan politik.
"Malah kadang-kadang saya heran apa sih, ada niat busuk apa sih dibalik keinginan orang-orang tertentu, politikus tertentu, supaya hasil pemilu kita ini diamankan," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendukung rencana KPU untuk meneruskan kerjasama tersebut. Pasalnya, hal itu telah dibahas bersama antara Komisi II dan Komisi I di DPR RI.
Diakui dia, dalam rapat gabungan tersebut, pihak parlemen menyetujui rencana KPU menggandeng Lemsaneg untuk mengamankan data pemilu. Secara tegas dia katakan, bahwa kerjasama KPU dengan Lemsaneg lebih kepada pengamanan hasil pemilu bukan pengamanan proses orang mencoblos.
"Saya juga hadir ya. Mewakili pimpinan juga disitu dan keputusan yang diambil adalah KPU dalam rangka untuk mengamankan tugasnya dan sebagainya dipersilahkan kerjasama dengan lmbaga-lembaga apapun bersama-sama disana," tuturnya.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan, kerja sama tersebut tak ada masalah. Justru yang membutuhkan kerja sama itu adalah pihak KPU. Sebab, data KPU terkait pengamanan data pemilu lemah dan mudah diretas oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
"Dan Lemsaneg kan sudah memperlihatkan betapa gampangnya data diretas, betapa gampangnya diterobos, apa sistem pengamanan dan informasi dari KPU," kata Ramadhan, saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Dikatakan dia, fungsi Lemsaneg dalam kerja sama itu adalah untuk memberi perlindungan terkait pengamanan data pemilu. Bahkan, menjadi aneh jika ada pihak tertentu yang mencurigai hal itu bakal dimanfaatkan untuk meraup kepentingan politik.
"Malah kadang-kadang saya heran apa sih, ada niat busuk apa sih dibalik keinginan orang-orang tertentu, politikus tertentu, supaya hasil pemilu kita ini diamankan," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendukung rencana KPU untuk meneruskan kerjasama tersebut. Pasalnya, hal itu telah dibahas bersama antara Komisi II dan Komisi I di DPR RI.
Diakui dia, dalam rapat gabungan tersebut, pihak parlemen menyetujui rencana KPU menggandeng Lemsaneg untuk mengamankan data pemilu. Secara tegas dia katakan, bahwa kerjasama KPU dengan Lemsaneg lebih kepada pengamanan hasil pemilu bukan pengamanan proses orang mencoblos.
"Saya juga hadir ya. Mewakili pimpinan juga disitu dan keputusan yang diambil adalah KPU dalam rangka untuk mengamankan tugasnya dan sebagainya dipersilahkan kerjasama dengan lmbaga-lembaga apapun bersama-sama disana," tuturnya.
(lal)