Fraksi Hanura nilai Kemenag lemah terhadap Arab Saudi
Senin, 11 November 2013 - 04:01 WIB
Fraksi Hanura nilai Kemenag lemah terhadap Arab Saudi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Fraksi Hanura MPR RI Soemientarsi Muntoro mengatakan, jemaah Indonesia masih banyak yang bingung karena kurangnya petunjuk arah yang memakai Bahasa Indonesia.
Seharusnya, dengan banyaknya jumlah jemaah haji Indonesia, Kementerian Agama harus mendesak Pemerintah Arab Saudi melengkapi papan rambu petunjuk arah dengan Bahasa Indonesia.
“Pemerintah Indonesia, Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri mestinya bisa melakukan langkah diplomasi untuk melobi, agar Pemerintah Arab Saudi bisa mengakomodir kebutuhan rambu yang dilengkapi istilah penunjuk arah berbahasa Indonesia,” tegasnya Soemientarsi, dalam siaran pers, Minggu, 10 November 2013.
Ditambahkannya, masalah transportasi juga belum bisa diselesaikan dengan baik oleh Kementerian Agama. Sehingga banyak jemaah yang terlantar di bandara, karena jadwal kepulangan yang molor.
"Dalam catatan kami secara umum, munculnya permasalahan-permasalahan yang terjadi sehingga merugikan jemaah haji Indonesia tersebut, akibat lemahnya diplomasi Kementerian Agama terhadap Pemerintah Arab Saudi," ungkap Soemientarsi.
Klik di sini untuk berita terkait.
Seharusnya, dengan banyaknya jumlah jemaah haji Indonesia, Kementerian Agama harus mendesak Pemerintah Arab Saudi melengkapi papan rambu petunjuk arah dengan Bahasa Indonesia.
“Pemerintah Indonesia, Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri mestinya bisa melakukan langkah diplomasi untuk melobi, agar Pemerintah Arab Saudi bisa mengakomodir kebutuhan rambu yang dilengkapi istilah penunjuk arah berbahasa Indonesia,” tegasnya Soemientarsi, dalam siaran pers, Minggu, 10 November 2013.
Ditambahkannya, masalah transportasi juga belum bisa diselesaikan dengan baik oleh Kementerian Agama. Sehingga banyak jemaah yang terlantar di bandara, karena jadwal kepulangan yang molor.
"Dalam catatan kami secara umum, munculnya permasalahan-permasalahan yang terjadi sehingga merugikan jemaah haji Indonesia tersebut, akibat lemahnya diplomasi Kementerian Agama terhadap Pemerintah Arab Saudi," ungkap Soemientarsi.
Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)