Tudingan Ruhut terhadap Anas dinilai tak beralasan
Minggu, 10 November 2013 - 05:31 WIB
Tudingan Ruhut terhadap Anas dinilai tak beralasan
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Cilacap Tri Dianto mengatakan, komentar politikus Demokrat Ruhut Sitompul terkait dugaan keterlibatan Anas Urbaningrum, dalam kasus Wisma Atlet Hambalang, Bogor, Jawa Barat tak beralasan.
Sebab, menurut loyalis Anas ini, Ruhut sebaiknya menyampaikan pernyataan soal Hambalang langsung kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikatakan Tri, Ruhut pantas diperiksa sebagai saksi atas ucapan-ucapannya. Sama seperti pentingnya kesaksian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai Ketua umum Demokrat dan Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait Kongres Demokrat di Bandung beberapa waktu lalu.
"Posisi Ruhut saat ini sama pentingnya dengan SBY dan Ibas untuk menjadi saksi. Dari pada teriak-teriak seperti orang stres di media, kan lebih terhormat disampaikan kepada penyidik," kata Tri kepada Sindonews, Jakarta, Sabtu, 9 November 2013.
Sehingga, kata dia, mudah untuk mengukur ucapan Ruhut di media itu benar atau tidak. Jika ternyata komentar Ruhut itu tak terbukti dalam penyidikan, maka dianggap sebagai kebohongan publik. "Jadi tali gantungan yang diakui disimpannya saat ini, bisa digunakannya sendiri (Ruhut) nanti," ujarnya.
Seperti diketahui, Ruhut Sitompul dan Tri Dianto kerap saling serang dalam menyikapi isu Hambalang, yang menjerat mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Kata-kata pedas tak jarang dilontarkan antar kader Demokrat tersebut.
Baca juga Ruhut ditantang Anas.
Sebab, menurut loyalis Anas ini, Ruhut sebaiknya menyampaikan pernyataan soal Hambalang langsung kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikatakan Tri, Ruhut pantas diperiksa sebagai saksi atas ucapan-ucapannya. Sama seperti pentingnya kesaksian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai Ketua umum Demokrat dan Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait Kongres Demokrat di Bandung beberapa waktu lalu.
"Posisi Ruhut saat ini sama pentingnya dengan SBY dan Ibas untuk menjadi saksi. Dari pada teriak-teriak seperti orang stres di media, kan lebih terhormat disampaikan kepada penyidik," kata Tri kepada Sindonews, Jakarta, Sabtu, 9 November 2013.
Sehingga, kata dia, mudah untuk mengukur ucapan Ruhut di media itu benar atau tidak. Jika ternyata komentar Ruhut itu tak terbukti dalam penyidikan, maka dianggap sebagai kebohongan publik. "Jadi tali gantungan yang diakui disimpannya saat ini, bisa digunakannya sendiri (Ruhut) nanti," ujarnya.
Seperti diketahui, Ruhut Sitompul dan Tri Dianto kerap saling serang dalam menyikapi isu Hambalang, yang menjerat mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Kata-kata pedas tak jarang dilontarkan antar kader Demokrat tersebut.
Baca juga Ruhut ditantang Anas.
(stb)