Lima nilai kinerja KPU lebih baik dari Bawaslu
Kamis, 07 November 2013 - 14:46 WIB
Lima nilai kinerja KPU lebih baik dari Bawaslu
A
A
A
Sindonews.com - Kinerja yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai gagal, dalam melakukan pengawasan tahapan pemilu. Kinerja Bawaslu bahkan tertinggal jauh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang cenderung serius menjalankan setiap tahapan pemilu.
"KPU jauh lebih baik dari Bawaslu. Mereka kritik KPU tapi tidak punya data," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, saat menanyakan kondisi 10,4 juta pemilih bermasalah, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Dikatakan Ray, Bawaslu sejauh ini dalam kinerjanya hanya mengandalkan dan menyelenggarakan diskusi-diskusi soal pemilu atau Forum Group Diskusi (FGD), tanpa mengerahkan kemampuannya untuk mengawasi tahapan pemilu. "Saya apresiasi dengan KPU, mereka kerja keras tapi belum minta fasilitas," ujarnya.
Selain itu, dirinya juga menyayangkan kinerja Bawaslu yang tak cepat dalam pengawasan pemilu. Sehingga, permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) yang dipersoalkan banyak pihak, adalah bentuk kelemahan dan tanggung jawab Bawaslu. "Ini kritik muncul sehari setelah DPT ditetapkan," imbuhnya.
Klik di sini untuk berita terkait.
"KPU jauh lebih baik dari Bawaslu. Mereka kritik KPU tapi tidak punya data," kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, saat menanyakan kondisi 10,4 juta pemilih bermasalah, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Dikatakan Ray, Bawaslu sejauh ini dalam kinerjanya hanya mengandalkan dan menyelenggarakan diskusi-diskusi soal pemilu atau Forum Group Diskusi (FGD), tanpa mengerahkan kemampuannya untuk mengawasi tahapan pemilu. "Saya apresiasi dengan KPU, mereka kerja keras tapi belum minta fasilitas," ujarnya.
Selain itu, dirinya juga menyayangkan kinerja Bawaslu yang tak cepat dalam pengawasan pemilu. Sehingga, permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) yang dipersoalkan banyak pihak, adalah bentuk kelemahan dan tanggung jawab Bawaslu. "Ini kritik muncul sehari setelah DPT ditetapkan," imbuhnya.
Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)