Di Pemilu 2014 aktivis 98 diharapkan bangkit lagi
Kamis, 07 November 2013 - 06:03 WIB
Di Pemilu 2014 aktivis 98 diharapkan bangkit lagi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Panitia Pelaksana dari Forum 98 Bandung, Muradi berharap, ada semacam titik balik agar para aktivis 1998 bisa kembali bangkit.
"Harapannya mereka (aktivis 98) bisa kembali pada trek yang seharusnya," kata Muradi, usai menghadiri diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014, di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 6 November 2013.
Dia mengungkapkan, Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang diharapkan, jadi titik tolak kebangkitan aktivis 98 untuk ikut memperbaiki negeri ini. "Kalau dulu ikut menolak oligarki, tolak. Kalau dulu menolak politik uang, itu yang kita lawan," tegasnya.
Kondisi itu berbeda dengan saat ini. Misalnya, dulu aktivis 98 menolak tegas politik uang. Tapi saat ini, justru banyak mantan aktivis yang melakukan politik uang yang sebelumnya ditentang. "Sekarang kita resah karena apa yang mereka suarakan jauh dari apa yang kita bayangkan," ujarnya.
Tak hanya mereka yang duduk sebagai anggota dewan, aktivis 98 juga banyak yang sudah jadi kepala daerah. Tapi mereka juga tidak bisa memperjuangkan idealismenya karena terkungkung kepentingan partai.
"Sementara itu, ke depan pertemuan demi pertemuan sesama aktivis 1998 akan digelar. Tujuannya demi menyamakan persepsi, tujuan, serta menggalang kekuatan bersama," pungkasnya.
"Harapannya mereka (aktivis 98) bisa kembali pada trek yang seharusnya," kata Muradi, usai menghadiri diskusi Refleksi Kaum Muda Jelang Pemilu 2014, di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 6 November 2013.
Dia mengungkapkan, Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang diharapkan, jadi titik tolak kebangkitan aktivis 98 untuk ikut memperbaiki negeri ini. "Kalau dulu ikut menolak oligarki, tolak. Kalau dulu menolak politik uang, itu yang kita lawan," tegasnya.
Kondisi itu berbeda dengan saat ini. Misalnya, dulu aktivis 98 menolak tegas politik uang. Tapi saat ini, justru banyak mantan aktivis yang melakukan politik uang yang sebelumnya ditentang. "Sekarang kita resah karena apa yang mereka suarakan jauh dari apa yang kita bayangkan," ujarnya.
Tak hanya mereka yang duduk sebagai anggota dewan, aktivis 98 juga banyak yang sudah jadi kepala daerah. Tapi mereka juga tidak bisa memperjuangkan idealismenya karena terkungkung kepentingan partai.
"Sementara itu, ke depan pertemuan demi pertemuan sesama aktivis 1998 akan digelar. Tujuannya demi menyamakan persepsi, tujuan, serta menggalang kekuatan bersama," pungkasnya.
(maf)