Berantas korupsi, komitmen Sutarman harus konkret
Selasa, 29 Oktober 2013 - 17:14 WIB
Berantas korupsi, komitmen Sutarman harus konkret
A
A
A
Sindonews.com - Indonesian Corruption Watch (ICW) mengapresiasi komitmen awal Kapolri Sutarman, yakni menjadikan isu pemberantasan korupsi sebagai salah satu program prioritas selama dia menjabat sebagai Kapolri.
Hal itu diungkapkan Sutarman dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) di DPR pada Kamis 17 Oktober 2013. Dia juga berjanji akan melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya memerangi praktik korupsi.
Koordinator bidang Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho menilai, tidak dapat dipungkiri, institusi Polri merupakan salah satu ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, selain KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Namun demikian komitmen tersebut harus dapat diterjemahkan dalam bentuk yang lebih konkret," kata Emerson, lewat rilisnya kepada Sindonews, Selasa (29/10/2013).
Emerson menjelaskan, setidaknya ada rekomendasi kongkret yang dapat dilakukan oleh Kapolri Sutarman untuk menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan korupsi. Pertama, melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala atas kinerja jajaran di Kepolisian, mulai dari Mabes Polri, Polda sampai Polres, dalam dalam penanganan kasus korupsi.
"Humas Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto pada 6 September 2013 lalu menyatakan, selama Januari-September 2013, Polri telah menerima laporan 1.209 laporan dugaan korupsi dari masyarakat," ungkapnya.
"Sebanyak 440 laporan tersebut dinyatakan telah dituntaskan. Kasus-kasus tersebut ditangani oleh Mabes Polri dan 31 Polda di seluruh Indonesia dan uang negara yang diselamatkan lebih dari Rp209 miliar," imbuhnya.
Namun demikian, kata Emerson, data tersebut harus dicek kembali, karena pihak kepolisian tidak terbuka memaparkan detail kasus korupsi yang ditangani. Begitu pula siapa saja Polda atau Polres yang berhasil ataupun gagal tangani perkara korupsi juga tidak pernah diumumkan.
"Sehingga wajar saja apabila publik ragu terhadap klaim yang disampaikan dan menilai Polri hanya mengejar kuantitas namun melupakan kualitas. Karena faktanya tidak banyak kasus korupsi kakap yang ditangani oleh Polri lalu terungkap ke publik atau media," ucapnya.
Berita terkait:
Ini janji 100 hari kepemimpinan Sutarman.
Hal itu diungkapkan Sutarman dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) di DPR pada Kamis 17 Oktober 2013. Dia juga berjanji akan melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya memerangi praktik korupsi.
Koordinator bidang Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho menilai, tidak dapat dipungkiri, institusi Polri merupakan salah satu ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia, selain KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Namun demikian komitmen tersebut harus dapat diterjemahkan dalam bentuk yang lebih konkret," kata Emerson, lewat rilisnya kepada Sindonews, Selasa (29/10/2013).
Emerson menjelaskan, setidaknya ada rekomendasi kongkret yang dapat dilakukan oleh Kapolri Sutarman untuk menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan korupsi. Pertama, melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala atas kinerja jajaran di Kepolisian, mulai dari Mabes Polri, Polda sampai Polres, dalam dalam penanganan kasus korupsi.
"Humas Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto pada 6 September 2013 lalu menyatakan, selama Januari-September 2013, Polri telah menerima laporan 1.209 laporan dugaan korupsi dari masyarakat," ungkapnya.
"Sebanyak 440 laporan tersebut dinyatakan telah dituntaskan. Kasus-kasus tersebut ditangani oleh Mabes Polri dan 31 Polda di seluruh Indonesia dan uang negara yang diselamatkan lebih dari Rp209 miliar," imbuhnya.
Namun demikian, kata Emerson, data tersebut harus dicek kembali, karena pihak kepolisian tidak terbuka memaparkan detail kasus korupsi yang ditangani. Begitu pula siapa saja Polda atau Polres yang berhasil ataupun gagal tangani perkara korupsi juga tidak pernah diumumkan.
"Sehingga wajar saja apabila publik ragu terhadap klaim yang disampaikan dan menilai Polri hanya mengejar kuantitas namun melupakan kualitas. Karena faktanya tidak banyak kasus korupsi kakap yang ditangani oleh Polri lalu terungkap ke publik atau media," ucapnya.
Berita terkait:
Ini janji 100 hari kepemimpinan Sutarman.
(maf)