Bawaslu sebut aktivis pemilu sebagai mitra
Senin, 28 Oktober 2013 - 14:00 WIB
Bawaslu sebut aktivis pemilu sebagai mitra
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut para pegiat atau aktivis pemantau pemilihan umum (pemilu), menjadi mitra stategis untuk melakukan pengawasan terkait proses pemilu.
Demikian dikatakan anggota Komisioner Bawaslu, Daniel Zuchron. Menurutnya, para pemantau pemilu menjadi mitra untuk melakukan pengawasan pemilu. Sekalipun organisasi pemantau pemilu bukan lembaga resmi yang ditunjuk negara.
"Justru pemantau pemilu itu mitra yang strategis buat kami di Bawaslu," ujar Daniel, saat dikonfirmasi Sindonews, di Jakarta, Senin (28/10/2013).
Hal itu, dikatakan Daniel sekaligus membantah ucapan pemerhati pemilu dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi mengatakan, Bawaslu menganggap para pemantau pemilu sebagai pesaingnya. "Tidak ada sama sekali. Enggak benar, saya bisa pastikan itu," ujarnya.
Sebelumnya, Jojo saat diskusi publik bertajuk 'Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengawasan Pemilu 2014' di Hotel Akmani, Jakarta Pusat menyatakan Bawaslu menyebut para pemantau pemilu sebagai rivalnya.
Bahkan, Jojo menegaskan, antara organisasinya dengan Bawaslu memiliki peran sama hanya berbeda pada pengesahan negara saja. Ia katakan berbeda pada logo dan kewenangannya saja.
"Ini kan bahaya, Bawaslu anggap pemantau pemilu sebagai pesaing," ucap Jojo saat diskusi.
Baca berita:
DPT amburadul, Hanura nilai KPU gagal
Demikian dikatakan anggota Komisioner Bawaslu, Daniel Zuchron. Menurutnya, para pemantau pemilu menjadi mitra untuk melakukan pengawasan pemilu. Sekalipun organisasi pemantau pemilu bukan lembaga resmi yang ditunjuk negara.
"Justru pemantau pemilu itu mitra yang strategis buat kami di Bawaslu," ujar Daniel, saat dikonfirmasi Sindonews, di Jakarta, Senin (28/10/2013).
Hal itu, dikatakan Daniel sekaligus membantah ucapan pemerhati pemilu dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi mengatakan, Bawaslu menganggap para pemantau pemilu sebagai pesaingnya. "Tidak ada sama sekali. Enggak benar, saya bisa pastikan itu," ujarnya.
Sebelumnya, Jojo saat diskusi publik bertajuk 'Pelibatan dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengawasan Pemilu 2014' di Hotel Akmani, Jakarta Pusat menyatakan Bawaslu menyebut para pemantau pemilu sebagai rivalnya.
Bahkan, Jojo menegaskan, antara organisasinya dengan Bawaslu memiliki peran sama hanya berbeda pada pengesahan negara saja. Ia katakan berbeda pada logo dan kewenangannya saja.
"Ini kan bahaya, Bawaslu anggap pemantau pemilu sebagai pesaing," ucap Jojo saat diskusi.
Baca berita:
DPT amburadul, Hanura nilai KPU gagal
(maf)