Dipo: Tidak ada yang ditangkap karena mengkritik Presiden

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 17:01 WIB
Dipo: Tidak ada yang...
Dipo: Tidak ada yang ditangkap karena mengkritik Presiden
A A A
sindonews.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam mengemukakan, selain pilar eksekutif, legislatif, dan yudikatif, maka pilar media, pers, dan internet juga memiliki peran dalam demokrasi dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila.

“Masing-masing pilar memang kekuasaannya disorot untukk mencegah kekuasaan yang koruptif, termasuk kekuasaan media bisa koruptif,” kata Seskab Dipo Alam melalui akun twitternya @Dipoalam49 yang diunggahnya beberapa saat lalu, seperti dikutip laman setkab.go.id.

Melalui akun twitternya, Dipo mengisahkan apa yang dialaminya menjelang Pemilu dan Pemilihan Presiden tahun 1977. Saat itu, ia mencalonkan Ali Sadikin sebagai Presiden. “Karena pencalonan itu, saya dipenjara 7 (tujuh) bulan,ditangkap seperti ayam dilepas seperti ayam tanpa pengadilan,” kenang Dipo.

Menurut Seskab Dipo Alam itu terjadi pada zaman Demokrasi "Pancasila" ala ORBA (Orde Baru), saat Pak Harto selama 32 tahun menjabat sebagai Presiden. Sebelumnya, Demokrasi "Terpimpin" era Soekarno, selama 22 tahun menjabat sebagai Presiden.

Dipo Alam melanjutkan, 1 (satu) hari setelah bebas, ia dipanggil Pangkopkamtib Soedomo. “Saya tanya kenapa saya ditahan? Jawabnya: Karena kamu calonkan Ali Sadikin sebagai Presiden," ungkap mantan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia itu.

Dipo mengingat, ada satu nasehat yang disampaikan Pangkopkamtib Soedomo saat bertemu dirinya setelah bebas dari penjara. "Nasehat saya Dipo, kamu boleh kritik jendral dan menteri siapa saja, tapi jangan sekali-kali yg "satu" itu dan keluarganya," kata Dipo Alam mengutip pesan Pangkopkamtib Soedomo waktu itu.

Dipo membandingkan dengan era demokrasi reformasi saat ini, dimana Presiden SBY dan keluarganya yang telah menjabat selama sembilan tahun bisa bebas dikrtitik sana-sini.

“Tidak ada yang ditangkap masuk penjara karena mengkritik Presiden, tidak ada bredel untuk pers, bebas kritik walau mengutip sana-sini tanpa bukti,” kata Dipo.

Baca juga berita: Seskab: Ormas PPI tidak bisa dibubarkan
(lal)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved