Akui kelemahan, KPU optimis umumkan DPT besok
Selasa, 22 Oktober 2013 - 18:43 WIB
Akui kelemahan, KPU optimis umumkan DPT besok
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui data Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih banyak memiliki kelemahan. Namun, berdasarkan jadwal tahapan pemilu, KPU tetap mengumumkan DPT pada besok pagi.
"Ada kekurangan, kelemahan pasti ada. Tapi tentu kami meyakini kami sudah optimal melakukan upaya-upaya pemutakhiran DPT," kata Anggota Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/10/2013).
Dikatakan Ferry, dalam proses pemutakhiran data, pihaknya mengklaim sudah terbuka kepada publik. Tetapi, kata dia mekanisme pemutakhiran pasti berbeda apa yang dilakukan KPU dengan lembaga di luar KPU.
"Walaupun analisis yang berbeda-beda dalam merangkai mekanisme pemutakhiran data, KPU menghargai pendapat lain," ujarnya.
Selain itu, KPU menurutnya sudah menggunakan sistem baru melalui Sistem Daftar Pemilih (Sidalih). Dengan sistem tersebut, kata dia, KPU tetap menjamin keterbukaan dan transparansi data pemilih.
"Kita kroscek ke daerah, jangan sampai kita menghapus ternyata yang dihapus yang berhak memilih," pungkasnya.
Bahkan kata Ferry, sistem teknologi Sidalih merupakan perangkat kerja berbasis teknologi yang diyakini cukup membantu pemutakhiran data.
"Ini adalah aktifitas. Saya yakini baru pertama dalam sejarah pemilu di Indonesia," ungkapnya.
Baca berita:
Gun Gun ajak masyarakat awasi DPT
"Ada kekurangan, kelemahan pasti ada. Tapi tentu kami meyakini kami sudah optimal melakukan upaya-upaya pemutakhiran DPT," kata Anggota Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/10/2013).
Dikatakan Ferry, dalam proses pemutakhiran data, pihaknya mengklaim sudah terbuka kepada publik. Tetapi, kata dia mekanisme pemutakhiran pasti berbeda apa yang dilakukan KPU dengan lembaga di luar KPU.
"Walaupun analisis yang berbeda-beda dalam merangkai mekanisme pemutakhiran data, KPU menghargai pendapat lain," ujarnya.
Selain itu, KPU menurutnya sudah menggunakan sistem baru melalui Sistem Daftar Pemilih (Sidalih). Dengan sistem tersebut, kata dia, KPU tetap menjamin keterbukaan dan transparansi data pemilih.
"Kita kroscek ke daerah, jangan sampai kita menghapus ternyata yang dihapus yang berhak memilih," pungkasnya.
Bahkan kata Ferry, sistem teknologi Sidalih merupakan perangkat kerja berbasis teknologi yang diyakini cukup membantu pemutakhiran data.
"Ini adalah aktifitas. Saya yakini baru pertama dalam sejarah pemilu di Indonesia," ungkapnya.
Baca berita:
Gun Gun ajak masyarakat awasi DPT
(kri)