Menhut mengaku tak mampu atasi masalah sirkus satwa

Rabu, 23 Oktober 2013 - 06:21 WIB
Menhut mengaku tak mampu...
Menhut mengaku tak mampu atasi masalah sirkus satwa
A A A
Sindonews.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan mengaku tidak bisa menindak tegas para oknum dibalik sirkus satwa.

"Kan tidak bisa Menteri Kehutanan menangkap orang, mengadili orang, menghukum orang. Kan sudah ada bagiannya," ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan, di Hutan Kota Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (22/10/2013).

Namun dia menegaskan bahwa sirkus satwa melanggar undang-undang. "Ada sirkus monyet yang keliling, ada sirkus gajah, ada sirkus lumba-lumba, itu dilarang oleh Undang-Undang. Tetapi kita harus bijak. Tidak mungkin, begitu ada pertunjukkan monyet terus kita tangkap," katanya.

Oknum pelaku penyelenggara sirkus satwa tersebut, kata dia, harus diberi penjelasan bahwa sirkus satwa dilarang undang-undang.

"Sekarang ada hak asasi satwa. Tetapi kita harus beri penjelasan, sosialisasi, itu tidak mungkin main tangkap," imbuhnya.

Kemudian, dia pun mengimbau kepada pemerhati atau pegiat lingkungan mampu menangani masalah tersebut sendiri.

"Tidak semua diselesaikan oleh Menteri Kehutanan. Langsung lapor kepada kepolisian setempat. Tak mungkin misalnya kejadiannya di Kabupaten di Papua, harus Menteri Kehutanan ke sana. Misalnya di Papua, langsung lapor ke kepolisian setempat. Karena itu melanggar hukum, melanggar aturan," ucapnya.

Maka dari itu, dia berharap kepada para pegiat lingkungan agar tidak bekerja setengah-setengah dalam mengatasi masalah sirkus satwa tersebut.

"Nah jadi kalau mau membantu, harus dengan tuntas. Lapor ke kepolisian, lalu beri saksi pada pelanggaran, misalnya penyiksaan lumba-lumba, penyiksaan gajah atau orang utan. Tak usah ke Jakarta, kalau ke Jakarta keburu lari (Pelakunya), lapor kepada polisi terdekat. Sudah ada hukumnya. Kalau dia menyiksa satwa bisa lima tahun penjara, pidana ancamannya," pungkasnya.

Hal demikian dikatakannya menanggapi maraknya sirkus lumba-lumba belakangan ini. Seperti diketahui, dukungan terhadap penolakan sirkus lumba-lumba terus berdatangan melalui situs change.org.

Protes atas sirkus mamalia laut tersebut diinisiasi oleh change.org bersama Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Berdasarkan investigasi yang dilakukan JAAN, menurut Ketua JAAN Pramudya Hazrani, membuktikan pada banyak sirkus lumba-lumba, hewan tersebut justru diperlakukan dengan tidak memperhatikan kebutuhan dasarnya.

Baca juga berita: Di Yogya, Menteri Kehutanan jadi Pinnokio
(lal)
Berita Terkait
Kakatua dan Blue Gold...
Kakatua dan Blue Gold Macau di Lembang Park and Zoo Berhasil Dikembangbiakan
9 Jenis Mamalia Karnivora,...
9 Jenis Mamalia Karnivora, Keajaiban di Dunia Satwa Liar
Kemunculan Tapir di...
Kemunculan Tapir di Pinggir Jalan Sungaipenuh-Tapan Bikin Geger Warga
Anak Iguana Merah Muda...
Anak Iguana Merah Muda Pertama Ditemukan di Pulau Galapagos
Saat Pandemi COVID-19,...
Saat Pandemi COVID-19, Animal Defenders Indonesia Gelar Bakti Sehat Satwa
Ratusan Burung Dilindungi...
Ratusan Burung Dilindungi Gagal Diselundupkan
Berita Terkini
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved