Pegiat pemilu tanyakan masalah DPT

Selasa, 22 Oktober 2013 - 11:56 WIB
Pegiat pemilu tanyakan...
Pegiat pemilu tanyakan masalah DPT
A A A
Sindonews.com - Jika tak ada aral melintang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) rencananya besok akan menetapkan dan mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) secara nasional.

Tetapi, sejumlah organisasi penggiat pemilu masih meragukan akurasi DPT hasil pencatatan KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menurut Muhammad Afifuddin, dua lembaga seperti KPU dan Bawaslu harus bertanggung jawab terkait carut marutnya DPT. Afifuddin menilai, temuan sejumlah DPT yang kurang valid baru dipublis kepada masyarakat menjelang penetapan DPT besok.

"Angka 1,7 terus naik 7,7 ditemukan publik dimasa perpanjangan. Bawaslu ini kan dibayar negara. Apa yang dilakukan KPU Bawaslu, harusnya lebih awal," kata Afif saat diskusi Menuju Pada Penetapan DPT, di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2013).

Selain itu, Afif menganggap sejak awal permasalahan DPT berada dalam Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Tetapi, KPU dan Bawaslu terkesan lambat dalam mengantisipasi tersebut. Ia mengaku, jika Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) menjadi patokan pemilih, maka angka DPT bisa bertambah dan bisa berkurang.

"Permasalahan itu sejak awal ada di Depdagri yang punya KTP pasti terdaftar di TPS (Tempat Pemungutan Suara)," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Migran Care, Anis Hidayat mengkritisi DPT luar negeri. Menurutnya, jutaan buruh yang berada diluar negeri tak luput dari pencatatan DPT. Kata Anis, KPU dan Bawaslu hanya berkonsentrasi pada kalangan masyarakat yang tinggal di luar negeri diluar kalangan buruh. "Bawaslu kurang greget termasuk diluar negeri itu sangat lemah," tegasnya.

Untuk diketahui, turut hadir sebagai pembicara diskusi, Daniel Zuchron (Anggota Bawaslu RI), Hasyim Asy'ari (Senior Voter Registration Expert, UNDIP), Toto Sugiarto (SSS), M.Afifuddin (Kornas JPPR), dan Anis Hidayah (Direktur Eksekutif Migrant Care), serta anggota Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Berita terkait:
KPU siapkan 1.000 surat suara cadangan per dapil
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Pemprov Jabar Selangkah Lagi Amankan Aset SMAN 1 Bandung
Infografis
Khamenei: Negosiasi...
Khamenei: Negosiasi dengan AS Tak akan Selesaikan Masalah Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved