Kesal, Demokrat sarankan Ormas PPI ditutup

Senin, 21 Oktober 2013 - 15:10 WIB
Kesal, Demokrat sarankan...
Kesal, Demokrat sarankan Ormas PPI ditutup
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mempertanyakan tujuan utama pendirian organisasi masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Hal ini disampaikannya lantaran geram dengan isu dijemputnya mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Subur Budhisantoso oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

"Ada apa dengan PPI, apa maksudnya dan tujuan PPI diadakan, kalau harus diskreditkan Demokrat apalagi pemerintah tutup saja. Itu hak pemerintah," kata Nurhayati di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Ia pun menginginkan agar ormas bentukan Anas Urbaningrum ini tetap dengan tujuan semula yakni mengenai kebudayaan.

"Karena dijelaskan tujuannya budaya, tunjukkan budaya yang baik seperti apa tidak seperti ini, apa sebenarnya maksud didirikan PPI untuk budaya," pungkas Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso dikabarkan "menghilang" karena dijemput staf Badan Intelejen Negara (BIN), Jumat 18 Oktober 2013. Padahal, Subur dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam sebuah diskusi yang digelar Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di kediaman Anas Urbaningrum di Duren Sawit.

Kabar ini semakin berhembus kencang, setelah beredar melalui laman YouTube yang diunggah organisasi massa Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Seperti diketahui, PPI akan mengadakan dialog bertajuk dinasti politik dan politik meritokrasi, Jumat siang. Dalam diskusi direncanakan dihadiri tiga pembicara, yakni mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso, Pengamat Politik UI Chusnul Mariyah dan Anggota DPR Bambang Soesatyo.

Sayangnya sampai diskusi dimulai, Subur dan Bambang tak kunjung datang. Sesaat sebelum diskusi dimulai, moderator diskusi yakni M Rahmad mengatakan Bambang berhalangan hadir. Namun, berbeda perihal ketidakhadiran Subur.

"Kita dikabarkan tadi oleh panitia (diskusi) bahwa pukul 09.00 WIB beliau (Subur) dijemput oleh staf BIN," kata Rachmad dalam video YouTube berjudul 'Pembicara Rumah Pergerakan Dijemput Staf BIN' yang diunggah kemarin, Sabtu 19 Oktober 2013.

Baca berita:
Ini alasan kader Demokrat dilarang masuk PPI
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
Infografis
Operasi Pembongkaran...
Operasi Pembongkaran 30,16 Km Pagar Laut Tangerang Resmi Ditutup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved