Merasa difitnah, BIN akan upayakan jalur hukum
Sabtu, 19 Oktober 2013 - 23:06 WIB
Merasa difitnah, BIN akan upayakan jalur hukum
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN), Marciano Norman menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait dengan adanya pemberitaan fiktif di media tentang penculikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso oleh anggota BIN.
"BIN akan betul-betul melakukan hak jawab kami kepada media, bahkan melalui proses hukum. Upaya hukum akan dilakukan oleh BIN, jika BIN keberatan dengan pernyataan berbagai media. Upaya hukum akan diupayakan nanti," kata Marciano dalam keterangan persnya, di Kantor BIN, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2013).
Marciano menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan BIN ditarik ke arah yang nantinya akan mendukung kelompok tertentu. "Saya tidak akan membiarkan BIN ditarik ke kanan dan kiri yang akhirnya akan mengikis kepercayaan publik terkait kinerja BIN," pungkas Marciano.
Untuk diketahui, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) akan mengadakan dialog bertajuk dinasti politik dan politik meritokrasi, Jumat siang. Dalam diskusi direncanakan dihadiri tiga pembicara, yakni mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso, Pengamat Politik UI Chusnul Mariyah dan Anggota DPR Bambang Soesatyo.
Sayangnya sampai diskusi dimulai, Subur dan Bambang tak kunjung datang. Sesaat sebelum diskusi dimulai, moderator diskusi yakni M Rahmad mengatakan Bambang berhalangan hadir. Namun, berbeda perihal ketidakhadiran Subur.
"Kita dikabarkan tadi oleh panitia (diskusi) bahwa pukul 09.00 WIB beliau (Subur) dijemput oleh staf BIN," kata Rahmad dalam video YouTube berjudul 'Pembicara Rumah Pergerakan Dijemput Staf BIN' yang diunggah kemarin, Sabtu (19/10/2013).
Hingga tadi siang, video berdurasi 03.32 menit ini sudah ditonton sedikitnya 1.500 pengguna YouTube. Dalam keterangan, tertera: Dialog Pergerakan dengan tema Dinasti vs Meritokrasi Politik batal menghadirkan Prof Subur Budhisantoso karena yang bersangkutan dijemput oleh staf BIN beberapa jam menjelang acara.
Ditambahkan Rahmad, ajudan Subur kemudian menyampaikan kalau ingin menjemput di Kantor BIN di Kalibata. Panitia diskusi, kata Rahmad, sebelum Salat Jumat bergerak ke Kantor BIN. Akan tetapi mereka tidak bisa bertemu Subur.
Hingga berita ini diturunkan, Sindonews masih berusaha menghubungi Subur Budhisantoso untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi yang diungkap pihak PPI.
Baca berita:
Marciano: Tidak benar Subur Budhisantoso diculik BIN
"BIN akan betul-betul melakukan hak jawab kami kepada media, bahkan melalui proses hukum. Upaya hukum akan dilakukan oleh BIN, jika BIN keberatan dengan pernyataan berbagai media. Upaya hukum akan diupayakan nanti," kata Marciano dalam keterangan persnya, di Kantor BIN, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2013).
Marciano menegaskan bahwa dirinya tidak akan membiarkan BIN ditarik ke arah yang nantinya akan mendukung kelompok tertentu. "Saya tidak akan membiarkan BIN ditarik ke kanan dan kiri yang akhirnya akan mengikis kepercayaan publik terkait kinerja BIN," pungkas Marciano.
Untuk diketahui, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) akan mengadakan dialog bertajuk dinasti politik dan politik meritokrasi, Jumat siang. Dalam diskusi direncanakan dihadiri tiga pembicara, yakni mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Profesor Subur Budhisantoso, Pengamat Politik UI Chusnul Mariyah dan Anggota DPR Bambang Soesatyo.
Sayangnya sampai diskusi dimulai, Subur dan Bambang tak kunjung datang. Sesaat sebelum diskusi dimulai, moderator diskusi yakni M Rahmad mengatakan Bambang berhalangan hadir. Namun, berbeda perihal ketidakhadiran Subur.
"Kita dikabarkan tadi oleh panitia (diskusi) bahwa pukul 09.00 WIB beliau (Subur) dijemput oleh staf BIN," kata Rahmad dalam video YouTube berjudul 'Pembicara Rumah Pergerakan Dijemput Staf BIN' yang diunggah kemarin, Sabtu (19/10/2013).
Hingga tadi siang, video berdurasi 03.32 menit ini sudah ditonton sedikitnya 1.500 pengguna YouTube. Dalam keterangan, tertera: Dialog Pergerakan dengan tema Dinasti vs Meritokrasi Politik batal menghadirkan Prof Subur Budhisantoso karena yang bersangkutan dijemput oleh staf BIN beberapa jam menjelang acara.
Ditambahkan Rahmad, ajudan Subur kemudian menyampaikan kalau ingin menjemput di Kantor BIN di Kalibata. Panitia diskusi, kata Rahmad, sebelum Salat Jumat bergerak ke Kantor BIN. Akan tetapi mereka tidak bisa bertemu Subur.
Hingga berita ini diturunkan, Sindonews masih berusaha menghubungi Subur Budhisantoso untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi yang diungkap pihak PPI.
Baca berita:
Marciano: Tidak benar Subur Budhisantoso diculik BIN
(kri)