PKB: Pemilukada langsung banyak mudaratnya

Selasa, 15 Oktober 2013 - 15:40 WIB
PKB: Pemilukada langsung...
PKB: Pemilukada langsung banyak mudaratnya
A A A
Sindonews.com - Mekanisme pemilukada langsung menjadi perdebatan karena dinilai menghabiskan anggaran negara yang besar.

"Pemilukada langsung menghabiskan uang negara. Pemilukada langsung diperkirakan menghabiskan uang negara sekitar Rp15 triliun per tahun," ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, Selasa (15/10/2013).

Dengan asumsi pemilukada setiap lima tahun sekali dikalikan biaya pemilukada per tahun, menghabiskan dana sekitar Rp75 triliun. "Dana yang tidak bisa dibilang kecil jika diwujudkan dalam bentuk program konkret yang dibutuhkan masyarakat," kata Jafar.

"Belum lagi adanya penyelewengan dana APBD oleh calon petahana yang sangat sulit dikontrol," tambahnya.

Marwan mengatakan, pemilukada langsung bisa merusak kohesifitas sosial. Pemilukada langsung seringkali membuat masyarakat terpecah belah.

"Akibatnya budaya gotong royong dan saling membantu semakin memudar akibat perbedaan dalam pemilihan kepala daerah," kata anggota Komisi V DPR RI ini.

Dia juga menambahkan, mekanisme pemilukada langsung hanya menyuburkan praktik politik uang yang lebih besar. Selama ini pemilukada tidak pernah lepas dari isu politik uang. Politik uang seakan menjadi kewajiban setiap calon kepala daerah jika ingin mendapatkan suara.

"Sehingga setiap calon akan berlomba-lomba untuk menyiapkan dana yang lebih besar untuk meraih kemenangan tanpa memerhitungkan dari mana dana tersebut didapatkan. Akibatnya jika terpilih tidak lagi memikirkan bagaimana membuat program yang dibutuhkan masyarakat, tapi lebih memikirkan bagaimana mengembalikan modal pemilulkada yang telah dikeluarkan," pungkasnya.

Serlain itu kata Marwan, pemilukada sering menimbulkan kerusuhan sosial, bahkan bisa jadi konflik horizontal. Akibat pemilukada langsung seringkali membuat kerusuhan sosial antar pendukung yang mengakibatkan kerugian materi seperti pengrusakan kantor bupati, kantor KPU dan lain sebagainya.

"Kerusuhan tidak melulu karena tidak siapnya calon yang kalah, tetapi seringkali terjadi akibat masifnya kecurangan yang dilakukan oleh salah satu calon, sedangkan calon yang lain tidak mampu berbuat apa-apa," tandas politikus PKB ini.

Baca juga berita Politik uang dalam pemilukada tak bisa dihindari.
(lal)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved