Golkar lepas tangan soal Atut

Sabtu, 12 Oktober 2013 - 16:44 WIB
Golkar lepas tangan...
Golkar lepas tangan soal Atut
A A A
Sindonews.com - Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) DPP Partai Golkar Indra J Piliang, menilai kasus yang menjerat beberapa kadernya dalam kasus suap kepada mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) Akil Mochtar, adalah kepentingan pribadi bukan partai. Termasuk dugaan keterlibatan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

"Para kader yang ditangkap KPK bekerja untuk dirinya sendiri, bukan untuk partai," kata Indra dalam forum dialog Polemik SINDO Trijaya, di Cikini, Jakarta, Sabtu (12/10/2013).

Mantan Ketua MK Akil Mochtar sendiri tercatat sebagai kader Golkar. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI selama tujuh tahun. Menurut Indra, beberapa kasus sengketa pemilukada yang ditangani Akil Mochtar hampir 80 persen dikatakannya kalah.

"Kita tidak lihat ada kesenyawaan ketika Pak Akil pimpin sidang Golkar, pasti menang, itu tidak ada," ungkapnya.

Untuk kasus sengketa pemilukada Lebak, Banten, Akil memang tercatat sebagai ketua hakim panel yang menyidangkan kasus tersebut. Diduga untuk memuluskan proses pemilihan ulang adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana bersama seorang pengacara pasangan Amir Hamzah-Kasmin Bin Saelan, Susi Tur Andayani, disinyalir menyuap Akil Mochtar.

Dalam pemilukada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, anggota komisi II DPR RI asal Golkar Chairun Nisa juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menyuap Akil Mochtar.

Indra menegaskan, mencuatnya kasus suap di Banten serta dugaan keterlibatan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, diakunya sangat merugikan Partai Golkar. Pasalnya, Banten merupakan basis pemilih terbesar Partai Golkar.

"Posisi Banten kita juga kaget, karena persoalannya Banten adalah lumbung Golkar di Jawa. Kita enggak ada sekuat di Banten," imbuhnya.

Baca juga berita Dinasti Atut lahir dari keserakahan Golkar.
(lal)
Berita Terkait
Datangi Mahkamah Partai...
Datangi Mahkamah Partai di Jakarta, Pengurus Golkar Kota Bekasi Ogah Dipimpin Dinasti Korupsi
Sistem Pemilu Proposional...
Sistem Pemilu Proposional Terbuka Merupakan Putusan MK pada 2008, Bersifat Final dan Mengikat
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Partai Golkar...
Mahkamah Partai Golkar Diminta Sahkan Kepengurusan Nofel Saleh Hilabi
Penetapan TP Sebagai...
Penetapan TP Sebagai Ketua Golkar Sulsel Mulai Disidangkan di Mahkamah Partai
Partai Golkar Mendukung...
Partai Golkar Mendukung Pembentukan Mahkamah Etik Nasional
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved