Libatkan Lemsaneg, preseden buruk bagi Pemilu 2014
Jum'at, 11 Oktober 2013 - 18:09 WIB
Libatkan Lemsaneg, preseden buruk bagi Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menghentikan kerja sama atau MoU untuk mengamankan data pemilu dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).
Pasalnya, dengan libatkan Lemsaneg untuk mengamankan data pemilu akan menjadi preseden buruk bagi petugas penyelenggara Pemilu 2014.
"Kita sedang menuju konsolidasi demokrasi. Jangan sampai pemilu 2014 ini menjadi gagalnya demkorasi," kata Ketua JIMM Andar Nubuwo, di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Andar menuturkan, kerja sama KPU dengan Lemsaneg menandakan sistem demokrasi yang sedang dibangun bakal runtuh. Pasalnya, kata dia, KPU harus menjadi lembaga yang berdiri sendiri dengan dukungan masyarakat sipil.
"Bahwa itu menjadi pintu masuk terhadap sistem anti demokrasi jika kerja sama dengan Lemsaneg," tungkasnya.
Dikatakan Andar, KPU lebih baik membatalkan kerjasama tersebut. Menurutnya, tanpa Lemsaneg, KPU mampu mengamankan data pemilu yang dimilikinya. Dia menyarankan, KPU cukup mengambil pengalaman dari Pemilu 2009 yang dinilai gagal.
"Pemilu 2009 bukti betapa bobroknya data pemilih. Banyak kalangan protes hasil pemilu waktu itu," ucapnya.
Baca berita:
Paksakan MoU dengan Lemsaneg, KPU akan dicurigai
Pasalnya, dengan libatkan Lemsaneg untuk mengamankan data pemilu akan menjadi preseden buruk bagi petugas penyelenggara Pemilu 2014.
"Kita sedang menuju konsolidasi demokrasi. Jangan sampai pemilu 2014 ini menjadi gagalnya demkorasi," kata Ketua JIMM Andar Nubuwo, di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (11/10/2013).
Andar menuturkan, kerja sama KPU dengan Lemsaneg menandakan sistem demokrasi yang sedang dibangun bakal runtuh. Pasalnya, kata dia, KPU harus menjadi lembaga yang berdiri sendiri dengan dukungan masyarakat sipil.
"Bahwa itu menjadi pintu masuk terhadap sistem anti demokrasi jika kerja sama dengan Lemsaneg," tungkasnya.
Dikatakan Andar, KPU lebih baik membatalkan kerjasama tersebut. Menurutnya, tanpa Lemsaneg, KPU mampu mengamankan data pemilu yang dimilikinya. Dia menyarankan, KPU cukup mengambil pengalaman dari Pemilu 2009 yang dinilai gagal.
"Pemilu 2009 bukti betapa bobroknya data pemilih. Banyak kalangan protes hasil pemilu waktu itu," ucapnya.
Baca berita:
Paksakan MoU dengan Lemsaneg, KPU akan dicurigai
(kri)