PAN sebut eligibilitas bentuk ketulusan capres
Kamis, 10 Oktober 2013 - 17:49 WIB
PAN sebut eligibilitas bentuk ketulusan capres
A
A
A
Sindonews.com - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Tjatur Sapto Edy mengatakan, istilah eligibilitas dalam politik merupakan bentuk ketulusan calon presiden (capres) yang siap maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Sambil menunjuk pada tema diskusi Pemilu 2014: Antara Popularitas, Elektabilitas dan Eligibilitas yang ia dihadirkan sebagai pembicara, Tjatur menyebut baik popularitas maupun elektabilitas merupakan pencitraan.
"Ini (popularitas) pecitraan, ini (elektabilitas) pencitraan. Nah ini (eligibilitas) bulding respect. Sebuah ketulusan calon pemimpin," kata Tjatur, di Dapur Selera, Tebet, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
Menurut Ketua Fraksi PAN ini, saat ini banyak capres maupun tokoh yang berencana maju menjadi capres masih mengedepankan sisi popularitas dan elektabilitas. Tetapi, keberadaan mereka tak mengedepankan prestasi.
Sehingga, kata dia, sistem demokrasi dan pemilihan umum (pemilu) masih akan terus didominasi oleh gambaran kampanye yang visualisasi gambar. "Capres-capres itu kan setiap hari tampil di media. Tapi, masyarakat akan menilai kinerja dan prestasi," ujarnya.
Menurut Tjatur, konsentrasi PAN saat ini sama seperti partai lainnya, yakni meningkatkan elektabiltas partai di mata masyarakat. Tetapi, kata dia elektabilitas hanya bisa dicapai dengan prestasi kader.
Baca juga berita terkait, istilah eligibilitas dalam dunia politik.
Sambil menunjuk pada tema diskusi Pemilu 2014: Antara Popularitas, Elektabilitas dan Eligibilitas yang ia dihadirkan sebagai pembicara, Tjatur menyebut baik popularitas maupun elektabilitas merupakan pencitraan.
"Ini (popularitas) pecitraan, ini (elektabilitas) pencitraan. Nah ini (eligibilitas) bulding respect. Sebuah ketulusan calon pemimpin," kata Tjatur, di Dapur Selera, Tebet, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
Menurut Ketua Fraksi PAN ini, saat ini banyak capres maupun tokoh yang berencana maju menjadi capres masih mengedepankan sisi popularitas dan elektabilitas. Tetapi, keberadaan mereka tak mengedepankan prestasi.
Sehingga, kata dia, sistem demokrasi dan pemilihan umum (pemilu) masih akan terus didominasi oleh gambaran kampanye yang visualisasi gambar. "Capres-capres itu kan setiap hari tampil di media. Tapi, masyarakat akan menilai kinerja dan prestasi," ujarnya.
Menurut Tjatur, konsentrasi PAN saat ini sama seperti partai lainnya, yakni meningkatkan elektabiltas partai di mata masyarakat. Tetapi, kata dia elektabilitas hanya bisa dicapai dengan prestasi kader.
Baca juga berita terkait, istilah eligibilitas dalam dunia politik.
(maf)