Didik dokter kecil tanggung jawab sekolah & pemda
Selasa, 01 Oktober 2013 - 13:37 WIB
Didik dokter kecil tanggung jawab sekolah & pemda
A
A
A
Sindonews.com - Kapasitas dokter kecil di Indonesia dirasa cukup. Pihak sekolah dan pemerintah daerah (pemda) harus memberdayakan dokter kecil dengan pembekalan pendidikan.
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menag PP dan PA) Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, saat ini kuantitas dokter kecil yang ada di sekolah dirasa sudah cukup. Untuk itu diperlukan penguatan pendidikan dalam melakukan pencegahan penyakit.
Menurut dia, tindakan pencegahan lebih baik dilakukan dari pada mengobati, untuk itu anak-anak harus dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan. “Dokter kecil harus dibangun mental yang kuat guna membangun kepengetahuan mereka,” kata Linda Gumelar saat ditemui di pemberian pengahargaan Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara di Jakarta, Selasa (1/10/2013).
Dia mengungkapkan, dalam berkomunikasi, anak-anak akan lebih mudah menerima informasi sesama umur mereka. Karena anak-anak mempunyai cara tersendiri dalam mencapaikan pengetahuan yang mereka dapat. Hal ini menjadi tanggung jawab sekolah dan Pemda untuk kedepan mengembangkan dokter kecil di setiap sekolah.
Menurutnya, dengan menanamkan rasa gotong royong, saling menghormati dan mengharga antara laki-laki dan perempuan untuk tidak saling melecehkan. “Ini upaya yang bagus, mereka adalah anak-anak yang mempunyai jiwa kemanusiaan yang tinggi,” ucapnya.
Selain itu, dokter kecil juga dapat diberikan pendidikan kesehatan reporoduksi dengan syarat penyampaian yang diterima mereka, harus dikemas sebaik dan semudah mungkin untuk para anak, agat dapat mencerna apa yang disampaikan sesuai dengan umur mereka.
“Apapun komunikasi dan pendidikan yang diberikan kepada anak, harus dikemas dan dipikirkan agar tidak vulgar,” tegasnya.
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menag PP dan PA) Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, saat ini kuantitas dokter kecil yang ada di sekolah dirasa sudah cukup. Untuk itu diperlukan penguatan pendidikan dalam melakukan pencegahan penyakit.
Menurut dia, tindakan pencegahan lebih baik dilakukan dari pada mengobati, untuk itu anak-anak harus dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan. “Dokter kecil harus dibangun mental yang kuat guna membangun kepengetahuan mereka,” kata Linda Gumelar saat ditemui di pemberian pengahargaan Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara di Jakarta, Selasa (1/10/2013).
Dia mengungkapkan, dalam berkomunikasi, anak-anak akan lebih mudah menerima informasi sesama umur mereka. Karena anak-anak mempunyai cara tersendiri dalam mencapaikan pengetahuan yang mereka dapat. Hal ini menjadi tanggung jawab sekolah dan Pemda untuk kedepan mengembangkan dokter kecil di setiap sekolah.
Menurutnya, dengan menanamkan rasa gotong royong, saling menghormati dan mengharga antara laki-laki dan perempuan untuk tidak saling melecehkan. “Ini upaya yang bagus, mereka adalah anak-anak yang mempunyai jiwa kemanusiaan yang tinggi,” ucapnya.
Selain itu, dokter kecil juga dapat diberikan pendidikan kesehatan reporoduksi dengan syarat penyampaian yang diterima mereka, harus dikemas sebaik dan semudah mungkin untuk para anak, agat dapat mencerna apa yang disampaikan sesuai dengan umur mereka.
“Apapun komunikasi dan pendidikan yang diberikan kepada anak, harus dikemas dan dipikirkan agar tidak vulgar,” tegasnya.
(maf)