DPR diminta cermati 6 kelemahan Sutarman

Minggu, 29 September 2013 - 13:13 WIB
DPR diminta cermati...
DPR diminta cermati 6 kelemahan Sutarman
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengajukan calon tunggal Kapolri kepada DPR, yakni Komjen Sutarman. Dengan begitu uji kelayakan dan kepatutan Kapolri di DPR tinggal basa-basi.

"IPW melihat proses pencalonan Kapolri baru sesungguhnya sudah selesai. Adapun uji kelayakan dan kepatutan yang akan dilakukan Komisi III DPR hanya forum basa-basi yang tak penting dan hanya buang-buang energi," ujar Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Minggu (29/9/2013).

Neta menyayangkan, DPR tidak mengkritisi kandidat tunggal Kapolri, yakni Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Sutarman. "Kami menyayangkan sikap DPR yang sudah ramai-ramai mendukung Sutarman menjadi Kapolri menggantikan Timur Pradopo, tanpa bersikap kritis dan melihat sisi negatif di balik pencalonan tersebut," ucap Neta.

"Sikap seperti ini semakin menunjukkan bahwa DPR hanya sebagi tukang stempel Presiden SBY dan Polri tidak akan pernah mendapatkan pimpinan yang ideal seperti harapan masyarakat, sehingga Polri tidak akan pernah berubah," tandas Neta.

Menurut IPW, Sutarman memiliki enam kelamahan, yakni pertama, jika dilantik pada akhir tahun 2013 berarti usia jabatan Sutarman sebagai kapolri tinggal 21 bulan lagi. "Dalam masa jabatan yang singkat tersebut, apa yang bisa dilakukannya untuk membenahi Polri?" keluh Neta.

Kedua, hubungan buruk dengan KPK akibat Sutarman mencoba pasang badan dalam kasus korupsi Simulator SIM akan menjadi kendala serius bagi masa depan kedua lembaga. Ketiga, macetnya penanganan kasus korupsi Alkes.

Keempat, macetnya penangan kasus korupsi plat nomor kendaraan bermotor yang diduga melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri. Kelima, macetnya kasus surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK) yang diduga melibatkan tokoh Partai Demokrat Andi Nurpati. Keenam, selama menjadi Kabareskrim, Sutarman tidak terlihat memaksimalkan unit kerja Tipikor Polri.

"Dari keenam masalah ini bisa disimpulkan bahwa komitmen Sutarman dalam memberantas KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), terutama di tubuh Polri sesungguhnya sangat diragukan dan patut dipertanyakan," ketus Neta.

Baca juga berita Sutarman dinilai pantas gantikan Timur Pradopo.
(lal)
Berita Terkait
Pemeriksaan Kesehatan...
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-79 Polri saat CFD Jakarta
Seleksi Penerimaan Anggota...
Seleksi Penerimaan Anggota Polri di Pontianak
Rapat Perdana Komisi...
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri
Mutasi Polri, Brigjen...
Mutasi Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Ditunjuk Jadi Kadiv Propam
Begini Suasana Pengamanan...
Begini Suasana Pengamanan Mabes Polri Pasca Penyerangan Teroris
Gelombang Dukungan Mahasiswa,...
Gelombang Dukungan Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat untuk Polri Presisi
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved