Revisi UU Pilpres, capres lebih variatif

Sabtu, 28 September 2013 - 01:43 WIB
Revisi UU Pilpres, capres...
Revisi UU Pilpres, capres lebih variatif
A A A
Sindonews.com - Perubahan atau revisi Undang-undang Pilpres bertujuan untuk memiliki calon presiden (capres) yang variatif. Dengan perubahan ini seharusnya tidak perlu lagi ada pembatasan pilihan masyarakat.

"Tujuan kita agar masyarakat diberikan pilihan yang lebih untuk menentukan siapa yang akan dipilih nanti menjadi pemimpinnya," ungkap Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin, Jumat (27/9/2013).

Aturan tersebut, menurut Saleh, hanya akan membelenggu pilihan masyarakat. Pasalnya kemungkinan dengan ambang batas presiden 20 persen hanya akan menghadirkan dua atau tiga calon.

"Jangan kita batasi oleh aturan yang sengaja dibuat ketat sehingga hanya muncul dua atau tiga calon saja," ungkapnya.

Sebelumnya pengamat Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin mengatakan, poin penting yang harus diubah dalam UU Pilpres adalah ambang batas presiden (presidential threshold).

Dia menilai peserta Pemilu 2014 semakin sedikit, sehingga semestinya semua parpol diberikan kesempatan untuk mengusung capres/cawapres alternatif yang dikehendaki rakyat. Lagipula, untuk negara sebesar Indonesia dengan segala heterogenitas rakyatnya tidaklah tepat jika terbatasi oleh aturan sehingga capres yang ditampilkan sedikit.

"Jika tidak diubah, yang dirugikan adalah pemilih. Karena pemilih yang kehilangan kesempatan hadirnya capres alternatif," katanya.

Baca juga:
Presidential threshold, poin penting revisi RUU Pilpres
Parpol tak punya itikad merevisi UU Pilpres
(hyk)
Berita Terkait
Kawal Pilpres Berintegritas,...
Kawal Pilpres Berintegritas, MK Sebaiknya Tunda Sidang Uji Materi UU Pemilu
Tegas! Ganjar Bakal...
Tegas! Ganjar Bakal Revisi UU Cipta Kerja jika Menang Pilpres 2024
Tegaskan Presiden Punya...
Tegaskan Presiden Punya Hak Berkampanye, Jokowi: Jangan Ditarik ke Mana-mana
Prabowo-Gibran Menang...
Prabowo-Gibran Menang Pilpres, Ketua Umum Relawan Betawi RPG Singgung UU DKJ
Dorong Revisi UU Pemilu,...
Dorong Revisi UU Pemilu, PKS Tidak Ingin Ada Politik Identitas di Pilpres
Profil Almas, Penggugat...
Profil Almas, Penggugat UU Pemilu yang Buka Jalan Gibran Maju di Pilpres 2024
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved