RUU Pilpres mandek, negosiasi belum selesai
Jum'at, 27 September 2013 - 16:54 WIB
RUU Pilpres mandek, negosiasi belum selesai
A
A
A
Sindonews.com - Rencana revisi Undang-Undang Pemilu Presiden 2014 belum juga menemukan kata sepakat, hingga saat ini badan legislasi (Baleg) DPR belum mengambil keputusan.
Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Mochammad Afifuddin mengatakan, diduga mandeknya rencana untuk merevisi RUU Pilpres karena masih tarik menarik kepentingan antar fraksi di DPR RI.
"Pasti ada (tarik menarik kepentingan)," kata Afifuddin dalam sebuah diskusi, di media center Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2013).
Pria yang biasa dipanggil Afif ini menuturkan, jika fraksi-fraksi di DPR tetap menghendaki sesuai undang-undang lama, maka hampir dipastikan pasangan capres yang muncul hanya beberapa saja.
Tapi, jika presiden threshold diturunkan, tentu memberi kesempatan bagi partai menengah ke bawah untuk mengusung capres sendiri atau berkoalisi.
Kendati para politikus di Senayan mengakui UU Pilpres saat ini sudah bagus, namun tidak ada salahnya jika memberikan ruang kepada publik untuk menyalurkan aspirasinya. "Mustinya kita menyerap aspirasi masyrakat," tukasnya.
Klik di sini untuk berita Hanura minta lolos PT bisa ajukan capres.
Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Mochammad Afifuddin mengatakan, diduga mandeknya rencana untuk merevisi RUU Pilpres karena masih tarik menarik kepentingan antar fraksi di DPR RI.
"Pasti ada (tarik menarik kepentingan)," kata Afifuddin dalam sebuah diskusi, di media center Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2013).
Pria yang biasa dipanggil Afif ini menuturkan, jika fraksi-fraksi di DPR tetap menghendaki sesuai undang-undang lama, maka hampir dipastikan pasangan capres yang muncul hanya beberapa saja.
Tapi, jika presiden threshold diturunkan, tentu memberi kesempatan bagi partai menengah ke bawah untuk mengusung capres sendiri atau berkoalisi.
Kendati para politikus di Senayan mengakui UU Pilpres saat ini sudah bagus, namun tidak ada salahnya jika memberikan ruang kepada publik untuk menyalurkan aspirasinya. "Mustinya kita menyerap aspirasi masyrakat," tukasnya.
Klik di sini untuk berita Hanura minta lolos PT bisa ajukan capres.
(stb)