Soal KY, Fraksi Demokrat akan ke Komisi III
Selasa, 24 September 2013 - 13:06 WIB
Soal KY, Fraksi Demokrat akan ke Komisi III
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengaku kecewa, dengan Ketua Bidang Pengawasan dan Investigasi Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman.
Bahkan hari ini Nurhayati akan menemui Ketua Komisi III DPR, untuk membahas komentar Ketua Bidang Pengawasan dan Investigasi KY Eman Suparman, yang menyebut ada oknum Fraksi Demokrat, yang menjanjikan sejumlah uang asal calon hakim agung titipannya diloloskan.
"Hari ini saya akan bertemu dengan Pimpinan Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, nanti ada pembicaraan," kata Nurhayati di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
"Yang jelas saya tidak suka. Saya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh KY," tegasnya kesal.
Kekecewaan itu buntut dari komentar Ketua Bidang Pengawasan dan Investigasi KY Eman Suparman, yang hanya menyebut Fraksi Partai Demokrat yang melakukan percobaan suap tersebut dalam seleksi hakim agung. "Kata KY ada beberapa fraksi, tetapi yang disebut hanya Fraksi Demokrat," tuntasnya.
Sebelumnya, Eman bercerita, saat melakukan seleksi calon hakim agung kerap mendapat tawaran dari pihak yang berkepentingan, supaya calon hakim yang dititip dapat lolos seleksi.
Klik di sini untuk berita perseteruan Fraksi Demokrat dengan KY.
Bahkan hari ini Nurhayati akan menemui Ketua Komisi III DPR, untuk membahas komentar Ketua Bidang Pengawasan dan Investigasi KY Eman Suparman, yang menyebut ada oknum Fraksi Demokrat, yang menjanjikan sejumlah uang asal calon hakim agung titipannya diloloskan.
"Hari ini saya akan bertemu dengan Pimpinan Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, nanti ada pembicaraan," kata Nurhayati di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2013).
"Yang jelas saya tidak suka. Saya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh KY," tegasnya kesal.
Kekecewaan itu buntut dari komentar Ketua Bidang Pengawasan dan Investigasi KY Eman Suparman, yang hanya menyebut Fraksi Partai Demokrat yang melakukan percobaan suap tersebut dalam seleksi hakim agung. "Kata KY ada beberapa fraksi, tetapi yang disebut hanya Fraksi Demokrat," tuntasnya.
Sebelumnya, Eman bercerita, saat melakukan seleksi calon hakim agung kerap mendapat tawaran dari pihak yang berkepentingan, supaya calon hakim yang dititip dapat lolos seleksi.
Klik di sini untuk berita perseteruan Fraksi Demokrat dengan KY.
(stb)