Komisoner KY mangkir dari panggilan Komisi III DPR
Senin, 23 September 2013 - 17:24 WIB
Komisoner KY mangkir dari panggilan Komisi III DPR
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi III DPR RI Gede Pasek Suardika menyayangkan ketidakhadiran Komisioner Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh, yang diminta klarifikasi mengenai komentarnya soal adanya anggota Komisi III DPR yang menjanjikan sejumlah uang kepadanya demi memuluskan calon hakim agun (CHA) yang dititipkan kepadanya.
Ia menyesalkan, Imam lebih memilih menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jombang ketimbang memenuhi undangan Komisi III DPR untuk mengklarifikasi pernyataannya.
"Ya kan kita undang klarifikasi, artinya klarifikasi, kalau ada tanggung jawab sama-sama ke publik meskinya ada skala prioritas, saya kaget juga dia tidak hadir," kata Pasek di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2013).
"Dalam surat tertulis Imam Amshori datang dari Makassar ke Jakarta, dari Jakarta lalu ke Jombang," sambungnya.
Pasek menjelaskan, surat ketidakhadiran Imam baru diterimanya siang ini dan ditandatangani oleh Ketua KY Suparman Marzuki. "Suratnya saja baru kami terima siang ini," tegasnya.
Politikus Partai Demokrat ini pun menyayangkan Imam hanya menyertakan klarifikasi melalui pernyataan tertulis. "Kalau tertulis ini kan jadinya kita tidak bisa berdiskusi," tuntasnya.
Baca berita mantan Ketua KY ungkap praktik suap dalam
Ia menyesalkan, Imam lebih memilih menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jombang ketimbang memenuhi undangan Komisi III DPR untuk mengklarifikasi pernyataannya.
"Ya kan kita undang klarifikasi, artinya klarifikasi, kalau ada tanggung jawab sama-sama ke publik meskinya ada skala prioritas, saya kaget juga dia tidak hadir," kata Pasek di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2013).
"Dalam surat tertulis Imam Amshori datang dari Makassar ke Jakarta, dari Jakarta lalu ke Jombang," sambungnya.
Pasek menjelaskan, surat ketidakhadiran Imam baru diterimanya siang ini dan ditandatangani oleh Ketua KY Suparman Marzuki. "Suratnya saja baru kami terima siang ini," tegasnya.
Politikus Partai Demokrat ini pun menyayangkan Imam hanya menyertakan klarifikasi melalui pernyataan tertulis. "Kalau tertulis ini kan jadinya kita tidak bisa berdiskusi," tuntasnya.
Baca berita mantan Ketua KY ungkap praktik suap dalam
(lal)