Demokrat keliru tunjuk Ruhut jabat Ketua Komisi III DPR
Sabtu, 21 September 2013 - 10:58 WIB
Demokrat keliru tunjuk Ruhut jabat Ketua Komisi III DPR
A
A
A
Sindonews.com - Penunjukkan Ruhut Poltak Sitompul sebagai Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Gede Pasek Suardika terus menimbulkan pro dan kontra.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai, Demokrat memilih Ruhut untuk menjabat Ketua Komisi III DPR, adalah sebuah kesalahan.
"Yang menjadi permasalahan, dengan Demokrat memilih Ruhut untuk memimpin Komisi III DPR, membuat citra Demokrat semakin buruk. Karena melihat track record Ruhut selama ini, apakah dia mampu memimpin Komisi III," kata Boni saat dihubungi Sindonews, Sabtu (21/9/2013).
Menurutnya, apa yang ditampilkan Ruhut selama ini, menunjukkan bahwa dia tidak layak untuk mendapatkan jabatan Ketua Komisi III DPR. "Permasalahannya komunikasi politiknya tidak berbobot, pembicaraannya, polemik yang dia bangun bersifat emosional dan loyalitas kepada SBY itu membabi buta. Demokrat makin tidak bermutu memilih Ruhut memimpin Komisi III DPR," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan mereka tidak akan mengubah keputusan dengan menunjuk Ruhut sebagai Ketua Komisi III menggantikan Pasek.
"Kami kira tidak (Ruhut tetap Ketua Komisi III), kenapa harus mengubah. Karena di sini azas nya harus saling menghargai. Kami juga tidak pernah menolak fraksi lain," kata Nurhayati sebelumnya.
Nurhayati pun menilai wajar jika ada penolakan, karena itu dinilainya bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. "Ini kan merupakan dinamika di dalam politik dan biasa, memang ada hak memberikan tanggapan tetapi bukan penolakan," terangnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya pun meminta seluruh anggota Komisi III bisa memberikan kesempatan kepada mantan publik figur itu untuk memimpin komisi yang membidangi masalah hukum tersebut.
"Berikan (kesempatan) Pak Ruhut Sitompul memimpin bagaimana dia memimpin. Mungkin saat anggota bisa lebih santai, namun ketika jadi pemimpin harus punya leadership," tuntasnya.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai, Demokrat memilih Ruhut untuk menjabat Ketua Komisi III DPR, adalah sebuah kesalahan.
"Yang menjadi permasalahan, dengan Demokrat memilih Ruhut untuk memimpin Komisi III DPR, membuat citra Demokrat semakin buruk. Karena melihat track record Ruhut selama ini, apakah dia mampu memimpin Komisi III," kata Boni saat dihubungi Sindonews, Sabtu (21/9/2013).
Menurutnya, apa yang ditampilkan Ruhut selama ini, menunjukkan bahwa dia tidak layak untuk mendapatkan jabatan Ketua Komisi III DPR. "Permasalahannya komunikasi politiknya tidak berbobot, pembicaraannya, polemik yang dia bangun bersifat emosional dan loyalitas kepada SBY itu membabi buta. Demokrat makin tidak bermutu memilih Ruhut memimpin Komisi III DPR," ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan mereka tidak akan mengubah keputusan dengan menunjuk Ruhut sebagai Ketua Komisi III menggantikan Pasek.
"Kami kira tidak (Ruhut tetap Ketua Komisi III), kenapa harus mengubah. Karena di sini azas nya harus saling menghargai. Kami juga tidak pernah menolak fraksi lain," kata Nurhayati sebelumnya.
Nurhayati pun menilai wajar jika ada penolakan, karena itu dinilainya bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. "Ini kan merupakan dinamika di dalam politik dan biasa, memang ada hak memberikan tanggapan tetapi bukan penolakan," terangnya.
Dalam kesempatan itu, dirinya pun meminta seluruh anggota Komisi III bisa memberikan kesempatan kepada mantan publik figur itu untuk memimpin komisi yang membidangi masalah hukum tersebut.
"Berikan (kesempatan) Pak Ruhut Sitompul memimpin bagaimana dia memimpin. Mungkin saat anggota bisa lebih santai, namun ketika jadi pemimpin harus punya leadership," tuntasnya.
(maf)