Pasek & Saan dicopot, Demokrat dinilai arogan
Kamis, 19 September 2013 - 05:02 WIB
Pasek & Saan dicopot, Demokrat dinilai arogan
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Demokrat di DPR RI mencopot Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR dan Saan Mustopa sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat di DPR, terkait dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).
"Sangat menyayangkan dengan dicopotnya Pasek sebagai Ketua Komisi III dan Saan sebagai Sekretaris Fraksi, harusnya Ketua Harian DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Demokrat berfikir jernih bukan membabi buta arogan dan langsung mencopot dua orang itu," kata mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Cilacap, Tridianto, saat dihubungi Sindonews, Rabu 18 September 2013, malam.
Menurutnya, tak seharusnya Demokrat langsung melakukan hal tersebut. Semestinya ada mekanisme dan ada tahapan untuk memberikan sanksi. "Harusnya di DPP ada badan pengawas, mereka dipanggil dulu dan diselidiki dulu apakah ormas (PPI) ini terlarang apa tidak," ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, membantah bahwa dilakukannya rotasi internal Fraksi Partai Demokrat DPR RI, karena masih berlangsungnya konflik antara kubu Anas Urbaningrum dengan kubu Cikeas.
Seperti diketahui, rotasi dilakukan Demokrat terhadap Saan Mustopa yang dicpot jabatannya dari Sekretaris Fraksi dan Gede Pasek Suardika dari jabatan Ketua Komisi III DPR RI.
"Oh. Enggak, enggak. Menurut saya ini dinamika politik, yang menurut saya tidak seperti itu," ujar Jero Wacik di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.
"Sangat menyayangkan dengan dicopotnya Pasek sebagai Ketua Komisi III dan Saan sebagai Sekretaris Fraksi, harusnya Ketua Harian DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Demokrat berfikir jernih bukan membabi buta arogan dan langsung mencopot dua orang itu," kata mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Cilacap, Tridianto, saat dihubungi Sindonews, Rabu 18 September 2013, malam.
Menurutnya, tak seharusnya Demokrat langsung melakukan hal tersebut. Semestinya ada mekanisme dan ada tahapan untuk memberikan sanksi. "Harusnya di DPP ada badan pengawas, mereka dipanggil dulu dan diselidiki dulu apakah ormas (PPI) ini terlarang apa tidak," ucapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, membantah bahwa dilakukannya rotasi internal Fraksi Partai Demokrat DPR RI, karena masih berlangsungnya konflik antara kubu Anas Urbaningrum dengan kubu Cikeas.
Seperti diketahui, rotasi dilakukan Demokrat terhadap Saan Mustopa yang dicpot jabatannya dari Sekretaris Fraksi dan Gede Pasek Suardika dari jabatan Ketua Komisi III DPR RI.
"Oh. Enggak, enggak. Menurut saya ini dinamika politik, yang menurut saya tidak seperti itu," ujar Jero Wacik di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.
(maf)