Tiap RS punya karakteristik dalam pelaksanaan BPJS

Senin, 16 September 2013 - 15:20 WIB
Tiap RS punya karakteristik...
Tiap RS punya karakteristik dalam pelaksanaan BPJS
A A A
Sindonews.com - Rumah Sakit (RS) swasta, pemerintah, maupun rumah sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN) punya karakteristik masing-masing, termasuk dalam operasional serta investasi pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Dalam hal ini pentingnya mencari titik temu dari segala masalah yang menghambat, sehingga dalam melayani BPJS, RS swasta dan RS pemerintah tidak merugi.

“Keuntungan bisa dicari dengan membuka atau diambil dari penyelenggaraan kesehatan di kelas I dan VIP (very important person),” kata Abdul Radjak, pemilik jaringan RS Thamrin, disela-sela peluncuran buku Beyond the Limits-Penembus Batas Profesi Dokter, di Jakarta, Senin (16/9/2013).

Menurut dia, peningkatan kesejahteraan masyarakat menuntut dalam pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat. Selain itu, rencana pemerintah memberlakukan BPJS diharapkan dapat meningkatkan standar pelayanan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. “Kita ingin terus berperan dalam pembangunan nasional, khususnya sektor kesehatan," ujarnya.

Abdul menjelaskan, hal ini dikarenakan BPJS merupakan tonggak sejarah dari bangsa ini untuk menjadi bangsa kuat khususnya dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, pelaksanaan program BPJS yang akan diberlakukan tahun depan tentunya tidak bisa langsung berjalan mulus.

"Karena banyak hal yang masih harus disepakati antara pemerintah dengan penyelenggara layanan kesehatan, khususnya rumah sakit swasta. Ada masalah antara keinginan serta kenyataan yang ada yang sangat menghambat," ucapnya.

"BPJS merupakan niat yang mulia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi, untuk mencapai biaya yang dibutuhkan sangat luar biasa besarnya. Untuk mencapai bisa sempura, memang butuh waktu,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaksanaan BPJS untuk tahap awal dilakukan dengan standar minimal. "Umumnya, rumah sakit swasta telah mengikuti apa yang menjadi keinginan pemerintah, meski dalam beberapa hal tetap perlu dilakukan kesepakatan-kesepakatan tentang apa saja yang masuk dalam perjanjian BPJS," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved