Demi keamanan, pemerintah buat ATM khusus haji
Kamis, 12 September 2013 - 21:10 WIB
Demi keamanan, pemerintah buat ATM khusus haji
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan pihak perbankan membuatkan anjungan tunai mandiri (ATM) khusus untuk jemaah haji. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kehilangan uang saat jemaah haji saat berada di Tanah Suci.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, pihaknya melakukan kerjasama dengan bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri (BSM) dan bank syariah yang ada di Arab Saudi, Al Raj Bank.
"Ini merupakan upaya pihak perbankan melakukan berbagai upaya untuk mengamankan uang jemaah saat di Arab Saudi," tandasnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/9/2013).
Dia mengatakan, ATM ini dapat membantu jemaah penyimpanan uangnya dan hanya diambil sesuai kebutuhan. Hal ini merupakan bentuk antisipasi yang ditawarkan dan menjauhkan musibah kehilangan seperti kejadian-kejadian sebelumnya.
"Ini merupakan salah satu cara untuk berjaga-jaga dari resiko uang hilang," ujar dia. Sehingga jemaah masih mempunyai uang yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan hari-harinya selama di Arab Saudi.
Anggito memaparkan, layanan tambahan ini dikarenakan maraknya kasus-kasus uang hilang yang pada tahun 2012 lalu mencapai ribuan kasus. Musibah ini dapat terjadi dimana saja, misalnya di pemondokan, mesjid, atau tempat lain.
Jika kehilangan terjadi di pondokan saat jemaah berada di Madinah, biasanya kehilangan uang tersebut dapat diganti oleh pemilik pemondokan. Namun, jika berada di Makkah, selain sangat rawan juga tidak ada penggantian.
"Upaya agar jemaah mudah memperoleh uang real Saudi. Caranya, menyimpan uang rupiah di tanah air, bisa menarik real Saudi di Arab Saudi," kata Anggito.
Nantinya, jamaah haji Indonesia tidak perlu ke tempat penukaran uang, untuk memperoleh real. Juga bila dikurs, biayanya pun lebih murah dibandingkan money changer.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, pihaknya melakukan kerjasama dengan bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri (BSM) dan bank syariah yang ada di Arab Saudi, Al Raj Bank.
"Ini merupakan upaya pihak perbankan melakukan berbagai upaya untuk mengamankan uang jemaah saat di Arab Saudi," tandasnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (12/9/2013).
Dia mengatakan, ATM ini dapat membantu jemaah penyimpanan uangnya dan hanya diambil sesuai kebutuhan. Hal ini merupakan bentuk antisipasi yang ditawarkan dan menjauhkan musibah kehilangan seperti kejadian-kejadian sebelumnya.
"Ini merupakan salah satu cara untuk berjaga-jaga dari resiko uang hilang," ujar dia. Sehingga jemaah masih mempunyai uang yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan hari-harinya selama di Arab Saudi.
Anggito memaparkan, layanan tambahan ini dikarenakan maraknya kasus-kasus uang hilang yang pada tahun 2012 lalu mencapai ribuan kasus. Musibah ini dapat terjadi dimana saja, misalnya di pemondokan, mesjid, atau tempat lain.
Jika kehilangan terjadi di pondokan saat jemaah berada di Madinah, biasanya kehilangan uang tersebut dapat diganti oleh pemilik pemondokan. Namun, jika berada di Makkah, selain sangat rawan juga tidak ada penggantian.
"Upaya agar jemaah mudah memperoleh uang real Saudi. Caranya, menyimpan uang rupiah di tanah air, bisa menarik real Saudi di Arab Saudi," kata Anggito.
Nantinya, jamaah haji Indonesia tidak perlu ke tempat penukaran uang, untuk memperoleh real. Juga bila dikurs, biayanya pun lebih murah dibandingkan money changer.
(kri)