Pramono tak mampu adakan survei popularitas seperti Jokowi
Senin, 09 September 2013 - 15:50 WIB
Pramono tak mampu adakan survei popularitas seperti Jokowi
A
A
A
Sindonews.com - Peserta Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo mengaku tak mampu mengadakan survei untuk mencapai popularitas seperti Joko Widodo.
Namun, dengan modal yang terbatas bukan berarti bakal kalah bersaing dengan Joko Widodo yang selalu dielu-elukan lembaga survei sebagai orang yang populer untuk Capres 2014. Untuk menjadi pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang yang diperlukan adalah semangat dan strategi yang matang.
"Saya sedang merancang (strategi lain), jadi bukan uang segala-galanya. Kalau mengikuti Jokowi, merebut Jakarta dengan berapa biayanya, saya juga berpolitik rendah," ujar Pramono dalam keterangan persnya di Restoran Pulo Dua, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013).
Selain semangat dan strategi matang, dengan modal dukungan media, dia yakin dapat mengalahkan kepopuleran Jokowi seperti yang disebut lembaga survei. Alasannya, biaya politik akan mahal, jika tidak mendapatkan dukungan dari media.
"Mari kita wujudkan bareng-bareng, kalau orang baik tidak punya modal. Ini solusi buat bangsa, media berpengaruh, kalau media tidak membantu terus politik menjadi biaya tinggi," tukas ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
Klik berita terkait Pramono Edhie Wibowo mengikuti Konvensi Capres 2014 oleh Partai Demokrat.
Namun, dengan modal yang terbatas bukan berarti bakal kalah bersaing dengan Joko Widodo yang selalu dielu-elukan lembaga survei sebagai orang yang populer untuk Capres 2014. Untuk menjadi pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang yang diperlukan adalah semangat dan strategi yang matang.
"Saya sedang merancang (strategi lain), jadi bukan uang segala-galanya. Kalau mengikuti Jokowi, merebut Jakarta dengan berapa biayanya, saya juga berpolitik rendah," ujar Pramono dalam keterangan persnya di Restoran Pulo Dua, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013).
Selain semangat dan strategi matang, dengan modal dukungan media, dia yakin dapat mengalahkan kepopuleran Jokowi seperti yang disebut lembaga survei. Alasannya, biaya politik akan mahal, jika tidak mendapatkan dukungan dari media.
"Mari kita wujudkan bareng-bareng, kalau orang baik tidak punya modal. Ini solusi buat bangsa, media berpengaruh, kalau media tidak membantu terus politik menjadi biaya tinggi," tukas ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
Klik berita terkait Pramono Edhie Wibowo mengikuti Konvensi Capres 2014 oleh Partai Demokrat.
(stb)