KPK telusuri asal usul harta Sekjen ESDM

Senin, 02 September 2013 - 23:28 WIB
KPK telusuri asal usul...
KPK telusuri asal usul harta Sekjen ESDM
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan, akan menelusuri asal usul harta kekayaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Waryono Karno dengan total nilai Rp41,9 miliar.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bambang Widjojanto. Dia menjelaskan, setiap penyelenggara negara berkewajiban melaporkan kekayaannya sebelum dan sesudah yang bersangkutan menjabat.

Dia menjelaskan, setelah melakukan pertemuan pimpinan KPK dengan jajaran Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKP), pimpinan KPK meminta direktorat untuk mengkaji ulang harta kekayaan Waryono.

Tapi, lanjutnya, KPK tidak boleh menimbulkan prasangka. Menurutnya, setiap orang boleh memiliki harta kekayaan dalam jumlah berapapun, asalkan berasal dari jerih payah sendiri yang halal.

"Kami enggak bisa katakan harta sekjen itu fantastik atau tidak. Jadi kami kaji ulang asal usulnya. Itu sangat adminitratif sekali," kata Bambang saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/9/2013) malam.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 16 Juni 2011 lalu ke KPK, harta Waryono yang telah dicegah KPK ke luar negeri mencapai Rp41,9 miliar dan USD22.482.

Harta kekayaan itu berbanding terbalik dengan perolehan tahun 2008, yang juga dilaporkan Waryono yakni Rp16,741 miliar dan USD14.892.

Mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu menuturkan, dasar kajian atau penelusuran ulang terkait harta kekayaan sekjen ada dua. Pertama, yang dilihat adalah soal complience, yakni apakah sudah melaporkan atau belum seluruh hartanya.

Kedua, apakah profil harta kekayaan Waryono sesuai dengan yang di LHKPN atau tidak saat pelaporan itu disampaikan.

Dikonfirmasi apakah KPK dapat menerapkan TPPU kepada Waryono, Bambang menyatakan, status yang bersangkutan adalah saksi bukan tersangka atau terdakwa, seperti Irjen Pol Djoko Susilo.

"Nantilah pertanyaanya itu disampaikan setelahnya. Kalau Djoko beda. Dia sudah dikonfirmasi, kemudian sudah dipanggil saksi-saksi. Djoko itu kapasitasnya tersangka. Jadi tidak aple to aple antara tersangka dan saksi," bebernya.

Dia mengakui, soal penambahan Rp25 miliar harta Waryono, KPK belum mengkonfirmasikan kepada Waryono. Tapi, ujarnya, saat ini yang harus dilakukan KPK adalah mengklarifikasi harta kekayaan sebelum dan sesudah Waryono menduduki jabatan sekjen.

Tetapi KPK belum sampai pada simpulan harta kekayaan Waryono masuk dalam taraf mencurigakan. "Kami belum sampai pada titik itu," tandasnya.
(stb)
Berita Terkait
KPK Tegaskan Informasi...
KPK Tegaskan Informasi Laporan Penyelidikan Dugaan Korupsi ESDM Bocor Tak Benar
KPK Ungkap Trik Oknum...
KPK Ungkap Trik Oknum Pegawai Kementerian ESDM Manipulasi Dana Tukin
Memalukan, 9 PNS Kementerian...
Memalukan, 9 PNS Kementerian ESDM Ditahan Terkait Kasus Korupsi Tukin
Gedung Minerba Digeledah...
Gedung Minerba Digeledah KPK, Menteri ESDM: Dugaan Korupsi Tukin
Menteri ESDM Pecat 10...
Menteri ESDM Pecat 10 PNS Tersangka Korupsi Tukin
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana Tukin Kementerian ESDM, KPK Tetapkan 10 Orang jadi Tersangka
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved