Kasus suap daging sapi, KPK tunggu perkembangan sidang

Senin, 02 September 2013 - 23:09 WIB
Kasus suap daging sapi,...
Kasus suap daging sapi, KPK tunggu perkembangan sidang
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum bisa mengambil sikap, terhadap sejumlah nama yang muncul di persidangan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

"Tetapi yang saya bisa yakinkan, semua proses itu (nama-nama) pasti dicatat. Nanti pasti akan ada klarifikasi sejauh mana ini berguna, untuk ungkap kasus-kasus selanjutnya. Ini bisa berkembang bisa enggak," kata Bambang di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (2/9/13).

Diketahui, sejumlah nama yang muncul dalam sidang lanjutan terdakwa Ahmad Fathanah Kamis 29 Agustus 2013 lalu di Pengadilan Tipikor, Jakarta adalah Sengman, Bunda Putri, Pak Lurah dan Dipo.

Bambang mengaku tidak mendengar langsung proses persidangan terdakwa Ahmad Fathanah pekan lalu. Karenanya, dia akan menanyakan langsung kepada penyidik dan jaksa soal fakta dan sadapan yang diputarkan.

"Seharusnya saksi Ridwan Hakim menyebut soal Sengman itu, saat pemeriksaan di penyidikan bukan di pengadilan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, orang-orang yang disebut dalam persidangan saat Ridwan Hakim bersaksi kemarin belum dipanggil. Pasalnya, proses persidangan Fathanah dan juga mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sedang berjalan.

Bambang menegaskan, agar saksi tidak main-main dalam memberikan keterangan di dalam persidangan. "Apa peran dia (Sengman) dalam pembuktian? Kalau perannya enggak ada atau terbatas sekali, untuk apa dipanggil. Kami lagi periksa membuktikan penyuapan. Pertanyaan saya, apakah orang itu berkaitan dengan penyuapan? Tapi ini (Sengman terima Rp40 miliar) bagus untuk pemeriksaan," bebernya.

Demikian juga soal Bunda Putri, Pak Lurah dan Haji Susu, Bambang menyatakan harus jelas dulu apa yang terkuak di persidangan. Termasuk bagaimana dan apa yang diungkapkan Bunda Putri dalam rekaman.

Untuk sidang memang sangat menarik untuk disimak. Tapi KPK harus konsentrasi dalam pembuktian terdakwa Fathanah dan Luthfi Hasan. Khususnya apa yang sudah dirumuskan dalam dakwaan.

"Dugaan saya, penuntut KPK ingin buktikan bahwa pengaturan-pengaturan itu atas campur tangan orang lain yang punya pengaruh. Ada orang-orang yang bekerja di ruang-ruang gelap, tapi mempengaruhi ruang-ruang terang. Itu bahaya. Itu namanya tidak transparan," tegasnya.

Mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu mengaku, belum mengetahui apakah nama Sengman, Haji Susu, Bunda Putri, Dipo dan Pak Lurah masuk ke dalam berkas penyidikan atau tidak. "Hal yang lain itu, nanti kami lihat proses perkembangannya," tandasnya.
(stb)
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
100 Ribu Ton Impor Daging...
100 Ribu Ton Impor Daging Sapi Tersendat, Bagaimana Stok Ramadhan dan Lebaran?
Berita Terkini
Hadiri Konferensi Kemenangan...
Hadiri Konferensi Kemenangan Gaza di Istanbul, ARI-BP Dukung Kemerdekaan Palestina
49 menit yang lalu
Memastikan Kesinambungan...
Memastikan Kesinambungan Kebijakan
2 jam yang lalu
Prabowo Hadiri Townhall...
Prabowo Hadiri Townhall Meeting Danantara Bersama BUMN, Ini yang Dibahas
2 jam yang lalu
Hadiri Seminar UI, Sri...
Hadiri Seminar UI, Sri Gusni: Perempuan Bisa Memimpin lewat Keberanian ala Kartini
3 jam yang lalu
Purnawirawan TNI Minta...
Purnawirawan TNI Minta Wapres Diganti, Golkar: Hingga saat Ini Gibran Tak Ada Pelanggaran
5 jam yang lalu
Kapal Patroli Bakamla...
Kapal Patroli Bakamla Gagalkan Penyelundupan Beras dan Gula Pasir dari Malaysia
5 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved