Ketua DPR bantah nama legislator sengaja dilenyapkan
Sabtu, 31 Agustus 2013 - 13:57 WIB
Ketua DPR bantah nama legislator sengaja dilenyapkan
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie membantah sejumlah anggota DPR RI yang nama inisialnya disebut dalam audit investigasi tahap II Hambalang, yang diserahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke DPR RI Jumat pekan lalu.
Marzuki menjelaskan, sejumlah nama anggota DPR khususnya Komisi X DPR yang disebut dalam laporan hasil investigasi BPK sudah masuk kertas kerja pemeriksaan oleh pimpinan DPR RI.
"Enggak ada yang hilang kok. Saya sudah dijelaskan Pak Hadi Purnomo," kata Marzuki, usai mengisi diskusi, di Cikini, Jakarta, Sabtu (31/8/2013).
Marzuki menambahkan, dari sejumlah nama sebanyak 30 orang anggota DPR RI segera dimintai keterangan. Namun, soal 15 nama yang diserahkan BPK ke DPR dan KPK dan diduga terlibat dalam proyek sport center Hambalang, Marzuki menilai ada sebagian yang diduga terindikasi terlibat.
"Jadi bukan 15 orang ini yang diindikasikan, hanya sebagaian yang diindikasikan menyalahgunakan kewenangannya," jelasnya.
Sebelumnya, tersangka Hambalang, Muhammad Nazaruddin membeberkan nama-nama anggota legislator yang terlibat dalam pembangunan pusat sarana olah raga nasional yang terletak di Bogor, Jawa Barat itu.
Sejumlah nama politikus Senayan itu dituduh mantan Bendahara Umum Demokrat itu sebagai pihak yang terlibat dalam pengurusan proyek pembangunan Hambalang.
Marzuki menjelaskan, sejumlah nama anggota DPR khususnya Komisi X DPR yang disebut dalam laporan hasil investigasi BPK sudah masuk kertas kerja pemeriksaan oleh pimpinan DPR RI.
"Enggak ada yang hilang kok. Saya sudah dijelaskan Pak Hadi Purnomo," kata Marzuki, usai mengisi diskusi, di Cikini, Jakarta, Sabtu (31/8/2013).
Marzuki menambahkan, dari sejumlah nama sebanyak 30 orang anggota DPR RI segera dimintai keterangan. Namun, soal 15 nama yang diserahkan BPK ke DPR dan KPK dan diduga terlibat dalam proyek sport center Hambalang, Marzuki menilai ada sebagian yang diduga terindikasi terlibat.
"Jadi bukan 15 orang ini yang diindikasikan, hanya sebagaian yang diindikasikan menyalahgunakan kewenangannya," jelasnya.
Sebelumnya, tersangka Hambalang, Muhammad Nazaruddin membeberkan nama-nama anggota legislator yang terlibat dalam pembangunan pusat sarana olah raga nasional yang terletak di Bogor, Jawa Barat itu.
Sejumlah nama politikus Senayan itu dituduh mantan Bendahara Umum Demokrat itu sebagai pihak yang terlibat dalam pengurusan proyek pembangunan Hambalang.
(kri)