Priyo: Golkar lega JK tak ikut konvensi
Rabu, 28 Agustus 2013 - 14:11 WIB
Priyo: Golkar lega JK tak ikut konvensi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengaku lega mendengar kabar politikus senior Jusuf Kalla (JK) menolak ikut konvensi semi terbuka Partai Demokrat.
Wakil Ketua DPR RI ini mengaku akan merasa kehilangan jika Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu memilih untuk menjadi peserta konvensi.
"Bukan bersyukur tetapi kami (Golkar) lega. Karena kalau (JK) ke sana (Demokrat) kami sangat kehilangan," kata Priyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Komite Konvensi Partai Demokrat sudah mengundang JK untuk mengikuti konvensi penjaringan calon presiden (Capres) Partai Demokrat. Namun, usaha Komite Konvensi itu tampak sia-sia.
Sekretaris Komite Konvensi, Suaidi Marasabessy mengatakan, pihaknya menghormati keputusan JK untuk tidak ikut konvensi, mengingat JK termasuk salah satu petinggi Partai Golkar.
"Beliau pernah jadi Ketum Golkar, sedangkan kalau ikut konvensi lalu menang, ada di jabatan struktural partai lain. Pada saat terpilih dia harus jadi kader, jadi kita hormati (penolakan JK)," kata Suadi kepada wartawan di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Diakui Suaidi, undangan untuk ikut konvensi belum diberikan kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Menurutnya, selama ini pendekatan oleh Komite Konvensi dilakukan secara non formal."Ya tidak resmi (disampaikan), karena pendektan non formal tadi malam Pak Maftuh dan Pak Ruki, saya menerima informasi demikian," tukasnya.
Seperti diketahui, peserta konvensi yang keluar jadi pemenang dan menjadi Capres Partai Demokrat maka harus menjadi kader partai berlambang segitiga ini. Suaidi menduga hal itu yang membuat JK tidak mau ikut konvensi.
"Karena pernah jadi ketum (Golkar) ada kode etik kalau dia capres, dia (JK) harus jadi kader Demokrat, mungkin itu," tuntasnya.
Wakil Ketua DPR RI ini mengaku akan merasa kehilangan jika Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu memilih untuk menjadi peserta konvensi.
"Bukan bersyukur tetapi kami (Golkar) lega. Karena kalau (JK) ke sana (Demokrat) kami sangat kehilangan," kata Priyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Komite Konvensi Partai Demokrat sudah mengundang JK untuk mengikuti konvensi penjaringan calon presiden (Capres) Partai Demokrat. Namun, usaha Komite Konvensi itu tampak sia-sia.
Sekretaris Komite Konvensi, Suaidi Marasabessy mengatakan, pihaknya menghormati keputusan JK untuk tidak ikut konvensi, mengingat JK termasuk salah satu petinggi Partai Golkar.
"Beliau pernah jadi Ketum Golkar, sedangkan kalau ikut konvensi lalu menang, ada di jabatan struktural partai lain. Pada saat terpilih dia harus jadi kader, jadi kita hormati (penolakan JK)," kata Suadi kepada wartawan di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Diakui Suaidi, undangan untuk ikut konvensi belum diberikan kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Menurutnya, selama ini pendekatan oleh Komite Konvensi dilakukan secara non formal."Ya tidak resmi (disampaikan), karena pendektan non formal tadi malam Pak Maftuh dan Pak Ruki, saya menerima informasi demikian," tukasnya.
Seperti diketahui, peserta konvensi yang keluar jadi pemenang dan menjadi Capres Partai Demokrat maka harus menjadi kader partai berlambang segitiga ini. Suaidi menduga hal itu yang membuat JK tidak mau ikut konvensi.
"Karena pernah jadi ketum (Golkar) ada kode etik kalau dia capres, dia (JK) harus jadi kader Demokrat, mungkin itu," tuntasnya.
(kri)