Publik menunggu keberanian KPK panggil bos ESDM
Rabu, 28 Agustus 2013 - 11:02 WIB
Publik menunggu keberanian KPK panggil bos ESDM
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta lebih radikal dalam mengungkap korupsi di sektor minyak dan gas (migas). Pasalnya, DPR kurang bisa diandalkan untuk menelisik lebih dalam dugaan keterlibatan orang penting di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Pemanggilan Jero Wacik oleh DPR kemarin kita kurang percaya hasilnya. Kita menunggu keberanian KPK buat mengusut kasus Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK) Migas lebih radikal lagi," kata Wakil Ketua Indonesia Human Right for Social Justice (IHCS) Ridwan Darmawan ketika berbincang dengan Sindonews.com, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Menurutnya, masyarakat sedang menunggu gebrakan KPK untuk mengusut mafia di sektor migas. Maka itu, peran KPK yang disebut lembaga antikorupsi itu harus lebih maju dalam menuntaskan kasus tersebut.
"Masyarakat di luar sudah menunggu. Bukti-bukti sudah berbicara itu. Ya mereka (KPK) mau tunggu apa lagi," tukasnya.
Sebelumnya, Selasa 27 Agustus 2013, Komisi VII DPR telah memanggil Menteri ESDM, Jero Wacik terkait kasus suap dijajaran SKK Migas. Namun, KPK yang menangani kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, belum meminta keterangan dari Menteri ESDM Jero Wacik selaku atasan Rudi.
Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, pelatih Golf Devi Ardi, dan Komisaris Kernel Oil Simon Gunawan Tanjaya.
Selain para tersangka itu, KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi seperti Sekretaris dan pegawai SKK Migas. Bukan itu saja, KPK berjanji dalam waktu dekat akan memanggil Sekjen ESDM Waryono Karno untuk dimintai keterangan.
"Pemanggilan Jero Wacik oleh DPR kemarin kita kurang percaya hasilnya. Kita menunggu keberanian KPK buat mengusut kasus Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK) Migas lebih radikal lagi," kata Wakil Ketua Indonesia Human Right for Social Justice (IHCS) Ridwan Darmawan ketika berbincang dengan Sindonews.com, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
Menurutnya, masyarakat sedang menunggu gebrakan KPK untuk mengusut mafia di sektor migas. Maka itu, peran KPK yang disebut lembaga antikorupsi itu harus lebih maju dalam menuntaskan kasus tersebut.
"Masyarakat di luar sudah menunggu. Bukti-bukti sudah berbicara itu. Ya mereka (KPK) mau tunggu apa lagi," tukasnya.
Sebelumnya, Selasa 27 Agustus 2013, Komisi VII DPR telah memanggil Menteri ESDM, Jero Wacik terkait kasus suap dijajaran SKK Migas. Namun, KPK yang menangani kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, belum meminta keterangan dari Menteri ESDM Jero Wacik selaku atasan Rudi.
Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, pelatih Golf Devi Ardi, dan Komisaris Kernel Oil Simon Gunawan Tanjaya.
Selain para tersangka itu, KPK juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi seperti Sekretaris dan pegawai SKK Migas. Bukan itu saja, KPK berjanji dalam waktu dekat akan memanggil Sekjen ESDM Waryono Karno untuk dimintai keterangan.
(kur)