Jelang pemilu rawan korupsi politik

Senin, 26 Agustus 2013 - 21:36 WIB
Jelang pemilu rawan...
Jelang pemilu rawan korupsi politik
A A A
Sindonews.com - Besarnya biaya politik dalam pemilihan umum (pemilu), membuat masyarakat harus mewaspadai perburuan rente atau uang oleh para aktor politik, pasalnya biaya politik kian meningkat.

Pengamat psikologi politik Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk mengatakan, rawannya terjadi perburuan rente akibat besarnya biaya politik akan meningkat menjelang pemilu. Sehingga saat ini masyarakat perlu mewaspadai agar hal ini tidak terjadi.

"Biaya politik kan makin meningkat, rawannya korupsi politik yang harus diwaspadai," katanya dalam Dialog Empat Pilar yang bertema Pengamalan Nilai-Nilai 4 Pilar dalam Meredam Berbagai Konflik di Tubuh NKRI di Gedung MPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2013).

Hamdi mengatakan, semakin mendekati pemilu, akan semakin banyak biaya yang dibutuhkan. Hal ini memang karena aktor politik butuh pembiayaan politik. "Ini yang perlu kita waspadai. Memang ini domain KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), tetapi kita perlu cermati juga bagaimana perputaran uang," ungkapnya.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil survei, dengan hasil bahwa partai politik (parpol) menjadi institusi politik yang paling tidak dipercaya oleh masyarakat.

Pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengatakan, jika hal tersebut terjadi, tidak perlu mempertanyakan lagi, kalau di Pemilu 2014 mendatang, golongan putih (golput) meningkat.

"Pasalnya, masyarakat tidak mempunyai pilihan lain, sedangkan yang ada hanyalah parpol yang diketahui sudah memiliki rekam jejak buruk di dunia hukum. Kemudian untuk masyarakat yang enggan menggunakan hak pilihnya, kemudian memilih untuk golput," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Rabu 24 Juli 2013.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved