Wakapolri berjanji bersinergi dengan KPK tuntaskan kasus korupsi
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 19:36 WIB
Wakapolri berjanji bersinergi dengan KPK tuntaskan kasus korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Oegroseno mengaku bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kabareskrim Komjen Pol Sutarman untuk meningkatkan ritme dalam penanganan kasus-kasus korupsi yang masuk ke Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Mabes Polri.
"Saya juga baca, saya sudah bicara dengan Kabareskrim untuk tingkatkan kualitas kasusnya yang ditangani Bareskrim," kata Oegroseno di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jum'at (23/8/2013).
Oegroseno juga mengatakan, bahwa sejak tahun 2012 sampai tahun 2014 nanti banyak kasus korupsi yang ditangani oleh Dirtipikor Mabes Polri. Untuk itu, Oegroseno mengaku pihaknya akan meminta petunjuk serta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil mengungkap kasus-kasus korupsi.
"Kita kan juga banyak kasus yang ditangani. Sejak tahun 2012 sampai 2014 bisa kita tingkatkan kasusnya, ini menjadi target penanganan korupsi. Sama KPK ya kerja sama sharing informasi. Kalau bisa minta petunjuk ke KPK," ungkap Oegroseno.
Oegroseno mengatakan, lambatnya penanganan kasus korupsi di Korps Bhayangkara tersebut bukan dikarenakan adanya intervensi dari pihak manapun, khususnya pihak partai politik (Parpol).
"Kalau saya jadi polisi, Pak Tarman jadi polisi. Intervensi itu tidak ada yang berani. Siapa sekarang yang intervensi masalah korupsi," tegas Oegroseno.
"Saya juga baca, saya sudah bicara dengan Kabareskrim untuk tingkatkan kualitas kasusnya yang ditangani Bareskrim," kata Oegroseno di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jum'at (23/8/2013).
Oegroseno juga mengatakan, bahwa sejak tahun 2012 sampai tahun 2014 nanti banyak kasus korupsi yang ditangani oleh Dirtipikor Mabes Polri. Untuk itu, Oegroseno mengaku pihaknya akan meminta petunjuk serta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil mengungkap kasus-kasus korupsi.
"Kita kan juga banyak kasus yang ditangani. Sejak tahun 2012 sampai 2014 bisa kita tingkatkan kasusnya, ini menjadi target penanganan korupsi. Sama KPK ya kerja sama sharing informasi. Kalau bisa minta petunjuk ke KPK," ungkap Oegroseno.
Oegroseno mengatakan, lambatnya penanganan kasus korupsi di Korps Bhayangkara tersebut bukan dikarenakan adanya intervensi dari pihak manapun, khususnya pihak partai politik (Parpol).
"Kalau saya jadi polisi, Pak Tarman jadi polisi. Intervensi itu tidak ada yang berani. Siapa sekarang yang intervensi masalah korupsi," tegas Oegroseno.
(kri)