Kasus Hambalang, presiden disebut dalam audit II BPK

Jum'at, 23 Agustus 2013 - 13:52 WIB
Kasus Hambalang, presiden...
Kasus Hambalang, presiden disebut dalam audit II BPK
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut-sebut dalam kesimpulan hasil audit tahap II Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas atas proyek pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dokumen kesimpulan di halaman 42 audit ini yang diterima SINDO, dalam poin pertama soal "Melakukan pertemuan dengan MRM tentang rencana proyek Sentul", tertuang, MAT (M Arief Taufiqurrahman) selaku Marketing DK-1 PT AK pertama kali bertemu dengan seseorang bernisial MRM (Mindo Rosalina Manulang) sekitar awal Januari 2009, yang diperkenalkan oleh orang berinisial LHd.

Dari penelusuran SINDO, MAT merujuk pada M Arief Taufiqurrahman, mantan PT Adhi Karya. M Arief Taufiqurrahman telah resmi dicegah berpergian ke luar negeri sejak tanggal 3 Desember 2012. Sedangkan, MRM merujuk pada Mindo Rosalina Manulang, mantan anak buah terpidana M Nazaruddin.

"Pada saat itu, MAT mewakili Kepala DK I (TBMN) menghadiri undangan kepada divisi BUMN di sebuah kantor yang terletak di Jalan Casablanca, di belakang Hotel Haris, Jakarta Selatan. Pada pertemuan tersebut PT PP yang dihakili LHd dan PT DGI yang diwakili MRM menyatakan berminat mendapat proyek Hambalang," demikian bunyi petikan itu.

Lebih lanjut, dalam pertemuan itu sebenarnya membahas terkait kekurangan alokasi anggaran pendidikan tahun 2009 yang kurang dari 20 persen. "Hal ini akan membahayakan posisi presiden yang kemungkinan disomasi," bunyi petikan kesimpulan hal 42 lagi.

Pada 2009, diketahui presiden yang masih menjabat bahkan hingga saat ini adalah Presiden SBY. Yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Untuk memenuhi 20 persen anggaran pendidikan tersebut maka diambil dari dana yang bersumber dari rekening 'BA 99'. Yang kemudian dana tersebut dialihkan jadi belanja modal di bidang pendidikan. Dari situlah Rosa akan berperan proyek-proyek (termasuk di dalamnya proyek Sentul) kepada beberapa BUMN Karya yang kemudian akan bekerja sama dengan PT Anak Negeri dan/atau PT Anugerah.

"Pada waktu itu proyek sentul tersebut hebdak diberikan kepada PT Ppseperti keinginan LHd. Selain itu MRM juga menunjukan daftar pekerjaan yang akan rencananya akan diberikan ke BUMN-BUMN Karya tertentu."
(kri)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Bebas dari Lapas Sukamiskin,...
Bebas dari Lapas Sukamiskin, Anas Urbaningrum Langsung Sampaikan Pidato Ini
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved