Ini alasan BPK baru serahkan audit Hambalang jilid II
Jum'at, 23 Agustus 2013 - 10:39 WIB
Ini alasan BPK baru serahkan audit Hambalang jilid II
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru menyerahkan hasil audit investigasi jilid II proyek pembangunan sport center di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, lalu mengapa baru diserahkan?
Ketua BPK, Hadi Poernomo menjelaskan, hingga kemarin pihaknya masih menyelesaikan berita acara pemeriksaan keterangan yang dimasukkan untuk hasil audit tersebut.
"Hanya masalahnya permintaan keterangan baru berakhir kemarin, pagi. Berita kemarin masih kita sampaikan berita acara pemeriksaan keterangan, Rabu ada, Kamis, Selasa, Rabu dan senin masih ada (pemeriksaan keterangan," kata Hadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2013).
Hadi menegaskan, pihaknya tidak mengalami kendala selama proses audit investigasi yang dilaksanakan beberapa bulan terakhir. "Tidak ada kendala, hanya masalahnya itu saja," tuntasnya.
Sekadar informasi, audit investigasi Hambalang jilid II ini merupakan lanjutan dari hasil penghitungan BPK sebelumnya terhadap proyek senilai Rp2,5 triliun tersebut.
Dalam audit yang pertama BPK menemukan indikasi kerugian negara mencapai Rp 243,66 miliar. Dari temuan ini juga disebutkan sejumlah nama oleh lembaga itu, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada saat itu, Andi Alfian Mallarangeng, lalu Menteri Keuangan (Menkeu) kala itu, Agus Martowardojo serta Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Wafid Muharam.
Ketua BPK, Hadi Poernomo menjelaskan, hingga kemarin pihaknya masih menyelesaikan berita acara pemeriksaan keterangan yang dimasukkan untuk hasil audit tersebut.
"Hanya masalahnya permintaan keterangan baru berakhir kemarin, pagi. Berita kemarin masih kita sampaikan berita acara pemeriksaan keterangan, Rabu ada, Kamis, Selasa, Rabu dan senin masih ada (pemeriksaan keterangan," kata Hadi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2013).
Hadi menegaskan, pihaknya tidak mengalami kendala selama proses audit investigasi yang dilaksanakan beberapa bulan terakhir. "Tidak ada kendala, hanya masalahnya itu saja," tuntasnya.
Sekadar informasi, audit investigasi Hambalang jilid II ini merupakan lanjutan dari hasil penghitungan BPK sebelumnya terhadap proyek senilai Rp2,5 triliun tersebut.
Dalam audit yang pertama BPK menemukan indikasi kerugian negara mencapai Rp 243,66 miliar. Dari temuan ini juga disebutkan sejumlah nama oleh lembaga itu, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada saat itu, Andi Alfian Mallarangeng, lalu Menteri Keuangan (Menkeu) kala itu, Agus Martowardojo serta Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Wafid Muharam.
(maf)