1 dokter jantung di Indonesia tangani 600.000 pasien

Kamis, 22 Agustus 2013 - 15:36 WIB
1 dokter jantung di...
1 dokter jantung di Indonesia tangani 600.000 pasien
A A A
Sindonews.com - Jumlah pasien penyakit jantung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah dokter spesialis kardiologi (jantung) yang sangat minim.

"Sampai saat ini, baru ada sekitar 630 dokter spesialis kardiologi di Indonesia. Di DIY saja, hanya ada 11 dokter spesialis kardiologi," ujar Kepala Bagian Kardiologi dan Vaskuler Fakultas Kedokteran UGM dr Hariadi Hariawan, kepada wartawan, di RSUP Dr Sardjito, Kamis (22/8/2013).

Ditambahkan dia, jumlah itu sangat minim. Karena, rasio penderita penyakit jantung masih sekitar 1:600.000 jiwa. Padahal, setidaknya rasio untuk dokter spesialis kardiologi ialah 1:10.000 jiwa.

Dia menambahkan, minimnya dokter spesialis jantung dikarenakan pendidikan dokter spesialis di Indonesia terpusat hanya di UI Jakarta dan Universitas Airlangga Surabaya.

Jumlah lulusannya pun hanya sekitar 15-20 dokter pertahun. Menyadari kekurangan tersebut, dibukalah pusat-pusat pendidikan spesialis baru, termasuk di UGM. Saat ini, sudah ada 13 pusat pendidikan spesialis di Indonesia.

"Sampai saat ini, UGM sendiri baru meluluskan lima spesialis jantung. Hal ini, bukan dikarenakan minimnya minat terhadap pendidikan spesialis jantung. Tetapi, karena masih terbatasnya pengajar dan fasilitas peralatannya," terang dokter spesialis jantung RSUP Dr Sardjito.

Menurut Hariadi, peminat terhadap pendidikan spesialis jantung di UGM justru menduduki rangking tertinggi dibandingkan spesialisasi lainnya. Namun, karena berkomitmen menjaga kualitas lulusannya, UGM hanya menerima lima mahasiswa tiap semesternya.

Di lain pihak, terbatasnya dokter spesialis jantung membuat penanganan kesehatan terhadap pasien penyakit jantung dikolaborasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam.

"Pasien penyakit jantung yang melakukan perawatan di RSUP Dr Sardjito mencapai 200 pasien perhari. Dan 10-20 persen diantara pasien yang datang tiap harinya tersebut, merupakan pasien baru. Bisa dibayangkan, kebutuhan akan dokter spesialis jantung," paparnya.
(san)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Program MBG Perkuat...
Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Kepala BPOM Dorong ASEAN...
Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved