Pemecatan Endriartono dari Nasdem dinilai tepat

Rabu, 21 Agustus 2013 - 19:30 WIB
Pemecatan Endriartono...
Pemecatan Endriartono dari Nasdem dinilai tepat
A A A
Sindonews.com - Langkah pihak Partai Nasdem dalam memberhentikan Endriartono Sutarto dari keanggotaan di partai dinilai tepat. Pemberhentian tersebut dilakukan, pasca keputusan Endriatono mengikuti konvensi penjaringan calon presiden (Capres) Partai Demokrat.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, Partai Nasdem menunjukkan konsistensinya sebagai partai ideologis, bukan partai pencari kekuasaan.

"Itu langkah tepat bagi Nasdem sebagai partai ideologis yang harus segera memutus mata rantai dengan para pencari kekuasaan sesaat. Nasdem bukan untuk kaum pragmatis," ujar Boni dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (21/8/2013).

Menurut Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ini, sebagai partai ideologis, peran Partai Nasdem tentu strategis dalam mengusung cita-cita pembangunan bangsa dan negara dengan menyiapkan peta jalan restorasi untuk Indonesia, bukan untuk kepentingan kekuasaan sesaat.

Karena itu, lanjut dia, langkah Partai Nasdem memecat Endriartono sudah tepat untuk menjaga konsistensi dan rohnya sebagai partai perubahan.

"Ini bukan partai yang menampung orang-orang yang tidak se-visi. Ini partai yang memiliki cita-cita yang mulia dengan realisasi jargon restorasi bagi masa depan Indonesia," tuturnya.

Menurut Boni, kredibilatas Partai Nasdem justru semakin menguat, tatkalah partai yang dibesarkan Surya Paloh ini membersihkan anasir-anasir pragmatis dalam keanggotaannya. Dengan demikian, ujar dia, keanggotaan Partai NasDem benar-benar didukung oleh kaum intelektual yang peduli pada restorasi bangsa ini.

Lebih lanjut, dia menuturkan, Partai Nasdem juga tidak memerlukan nama besar seperti Endriartono sebab partai ini tidak dibentuk oleh figur tapi ideologinya. "Partai ini kan tidak memerlukan nama besar karena kekuatannya pada ideologi bukan pada figur," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
PKS, PD, Nasdem Tak...
PKS, PD, Nasdem Tak Masuk Daftar Undangan, PAN: Yang Diundang Atas Restu Presiden
Koalisi Interdependen...
Koalisi Interdependen Miliki Peluang Besar Usung Anies Baswedan
Momen Akrab AHY Sambut...
Momen Akrab AHY Sambut Surya Paloh di Markas Demokrat
Disebut Dukung Moeldoko...
Disebut Dukung Moeldoko Jadi Capres 2024, NasDem: Pada Kurang Gizi Nih
Pengamat Nilai Koalisi...
Pengamat Nilai Koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS Sulit Terwujud, Cawapres Jadi Ganjalan
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved