DPS Pemilu 2014 di Kalteng & NTB paling bermasalah

Kamis, 22 Agustus 2013 - 19:02 WIB
DPS Pemilu 2014 di Kalteng...
DPS Pemilu 2014 di Kalteng & NTB paling bermasalah
A A A
Sindonews.com - Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai paling bermasalah.

Hal demikian berdasarkan pengawasan sementara terhadap penetapan DPS yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di 16 Provinsi.

Anggota Bawaslu Daniel Zuchron menuturkan, prosentase DPS nama yang tidak benar pada tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah, yakni 4,55 persen.

Ditambahkannya, data DPS tempat lahir tidak benar tertinggi juga ditemukan di Kalteng, yakni 4,66 persen. Begitu juga, kata dia, prosentase data DPS jenis kelamin tidak benar tertinggi ditemukan di Kalteng, yakni 4,53 persen.

Sedangkan persentase data DPS tanggal lahir tidak benar tertinggi ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni 11,12 persen.

"Prosentase data DPS umur tidak benar juga ditemukan di NTB, yakni 10,34 persen. Dan prosestase data DPS status perkawinan tidak benar juga ditemukan di NTB, yakni 5,70 persen," ujar Daniel saat konferensi pers di kantornya, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013).

Dia menambahkan, data yang terhimpun melalui audit DPS dari Bawaslu Provinsi, yakni 1.733.870 orang di 10.453 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

16 Provinsi yang telah dilakukan pengawasan oleh Bawaslu, yakni Sumatera Barat (Sumbar), Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Bangka Belitung (Babel), Kepulauan Riau (Kepri), Jawa Tengah (Jateng), DIY, Banten, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), Gorontalo dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Dia pun menjelaskan secara rinci mengenai temuan pihaknya tersebut. Yakni, sebanyak 4.580 orang namanya tidak benar dalam daftar DPS, 4.808 orang tempat lahirnya tidak benar, 20.287 tanggal lahirnya tidak benar, 12.852 umurnya tidak benar, 6.876 status perkawinannya tidak benar, 3.166 jenis kelaminnya tidak enar, dan 5.380 alamatnya tidak benar.

Daniel menegaskan, temuan tersebut sifatnya belum final. Sebab, Bawaslu pada tingkat kelurahan masih terus melakukan pengawasan dan kroscek terkait DPS yang dipublikasikan KPU.
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Kepala BGN Sudaryono:...
Kepala BGN Sudaryono: Kami Bukan Superman, Siap Terima Masukan
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved