IMM tuding Pemerintah RI pro Amerika Serikat

Selasa, 20 Agustus 2013 - 14:31 WIB
IMM tuding Pemerintah...
IMM tuding Pemerintah RI pro Amerika Serikat
A A A
Sindonews.com - Lambannya Pemerintah Republik Indonesia (RI) dalam menyikapi konflik politik di Mesir dituding sebagai bentuk keberpihakan terhadap cara pandang negara adidaya Amerika Serikat (AS).

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyebut pemerintah RI dicurigai berada pada poros Amerika dalam menyikapi konflik berdarah di Mesir.

"Konflik politik Mesir telah menimbulkan ratusan korban jiwa rakyat sipil. Sampai saat ini belum memperlihatkan tanda-tanda penyelesaian, malahan eksalasi konflik cenderung meningkat bahkan korban jiwa terus bertambah," ujar Ketua DPP IMM Razikin Juraid di Jakarta, Selasa (20/08/2013) siang.

Dia mengatakan, berbagai pihak telah mendesak militer mesir agar menghentikan aksi brutalnya yang merenggut nyawa masyarakat sipil. Bahkan beberapa negara menarik duta besarnya sebagai bentuk protes kepada pemerintah Mesir.

Di sisi lain, kata dia, Pemerintah RI belum menunjukkan sikap dan langkah-langkah yang lebih strategis untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Padahal dalam sejarah, hubungan diplomasi Indonesia dengan Mesir sudah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia.

"Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto. Mesir bersedia menanggung kehidupan ekonomi warga Indonesia di Mesir diawal-awal kemerdekaan. Pemerintah Mesir juga memberikan fasilitas kepada diplomat dan pelajar Indonesia untuk mengumandangkan kemerdekaan RI," tuturnya.

"Sementara Pemerintah Indonesia lamban menyikapi peristiwa kekerasan. Kami mencuragai sikap politik luar negeri Pemerintah Indonesia ikut dalam skema dan cara pandang politik luar negeri AS terhada negara-negara Timur Tengah," imbuhnya.

Menurut dia, Amerika sangat berkepentingan terhadap konflik yang terjadi di Mesir. Bahkan Amerika mengintervensi konflik di Negara berbasis kaum muslimin itu.

"Kalau Pemerintah RI tidak segera keluar dari jebakan AS dalam menyikapi Mesir, itu adalah sebuah bentuk penghianatan sejarah dan pelanggaran konstitusi," tegasnya.
(lal)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Wamentan Sudaryono Dikabarkan...
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved