Jokowi mampu kalahkan strategi politik jejaring sosial

Sabtu, 10 Agustus 2013 - 11:42 WIB
Jokowi mampu kalahkan...
Jokowi mampu kalahkan strategi politik jejaring sosial
A A A
Sindonews.com - Sosok Joko Widodo alias Jokowi dinilai mampu mengalahkan strategi politik melalui jejaring sosial seperti Twitter, Facebook yang belakangan dimanfaatkan politikus untuk menggaet pemilih pemula di Pemilu 2014.

Pengamat Politik dan Kepemiluan dari Sinergi Masyarakat untuk Indonesia (Sigma), Said Salahudin mengakui jejaring sosial banyak digunakan politikus untuk menjaring suara di pesta demokrasi tahun depan.

Kendati demikian, kata dia, sosok politikus seperti Jokowi lebih bisa menjaring suara jika mantan Wali Kota Solo itu maju sebagai calon presiden (Capres) untuk Pemilu 2014.

"Saya kira iya (Jokowi mengalahkan sosial media), Pemilu 2014 menjadi catatan penting yang ditentukan keberhasilan oleh tokoh, bukan partai, ini dampak dari keberhasilan di Pemilukada Jakarta sebagai parameter," kata Said saat berbincang dengan Sindonews di Jakarta, Sabtu (11/8/2013).

Said melanjutkan, memang jejaring sosial menjadi daya tarik bagi politikus untuk mencari suara lantaran memiliki segmentasi pemilih yang tidak sedikit.

"Itu lah personal touch, partai mendekati pemilih segmented, mereka harus membagi, partai masuk pada komunitas seni, anak muda, hobi. Mereka harus masuk lebih pada segmented seperti Facebook, Twitter itu saya rasa ajakan yang punya pengaruh," terangnya.

Namun, dirinya berpendapat kalau unsur ketokohan akan lebih membuat pemilih untuk menjatuhkan pilihannnya. Karenanya, sekali pun politikus tersebut mampu menguasai jejaring sosial yang baik, selama tak memiliki unsur sosok yang diinginkan masyarakat maka bukan tidak mungkin gagal dengan strategi tersebut.

"Seperti Jokowi tadi, memang banyak pengaruh jejaring sosial, tetapi apa yang bisa dibangun melalui jejaring sosial sepanjang tidak tepat sasaran, apa yang disampaikan tidak dibutuhkan maka tidak akan pengaruh kuat," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Hormati Putusan MK,...
Hormati Putusan MK, Komdigi Siap Kaji Aturan Kuota Internet
Kasus Korupsi MBG, Kejagung...
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Buka Kemungkinan Periksa Nanik S Deyang
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved