Tahun ini, kapasitas gedung pemondokan haji diperbesar

Rabu, 07 Agustus 2013 - 01:05 WIB
Tahun ini, kapasitas...
Tahun ini, kapasitas gedung pemondokan haji diperbesar
A A A
Sindonews.com - Setelah jalur penerbangan beberapa embarkasih mengalami perubahan, hal yang sama juga terjadi pada pemondokan haji. Untuk pemondokan, baik di Mekkah, Madinah dan Jeddah semuanya sudah sampai pada tahap akhir.

Mengikuti jadwal pemulangan jadi khusus untuk jemaah gelombang pertama tidak melewati hotel transit, jadi hanya pada gelombang kedua dari seluruh embarkasih dari Mekkah langusung ke bandara.

Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Cepi Supriatna mengatakan, akibat dari pemotongan kuota haji, tahun ini ada sekitar 219 building yang disewakan pemerintah Indonesia untuk jemaah haji reguler. Jarak antara pemondokan dan Masjidil Haram sekitar 500 meter sampai 2.500 meter.

“Kita masih gunakan daerah yang familiar sama tahun sebelumnya, seperti Mispalah, Bakhutmah, Zumaizah dan Mahbasjim. Walaupun lebih sedikit jumlah gedungnya, namun besar kapasitasnya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenag di Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Dia mengatakan, dalam penentuan yang akan dilakukan oleh pemerintah bersama kanwil agama, akan di prioritaskan lantai-lantai bawah untuk para lansia yang teknisnya akan dibantu oleh petugas non kloter. Tetapi kendala di lapangan biasanya para jemaah tidak mau berpisah dari rombongannya.

Bahkan, yang suami-istri masih tetap ingin campur walaupun peraturannya tidak diperbolehkan. Di Mina, ada sekitar 2.500 sampai 2.800 tenda yang akan berdiri untuk melakukan ibadah jumroh.

Tahun ini, pemerintah berencana akan menyediakan makanan berupa nasi boks. Hal ini bertujuan agar rata dan seluruh jemaah kebagian sama rata.

Tentunya, kebijakan ini juga mengkhwatirkan pemerintah jika para jemaah menyimpan jatah makanan tersebut sehingga basi. Karena beberapa jemaah dinilai suka menyimpan jatah makanan siang untuk sore atau malam. Sedangkan makanan tersebut mempunyai batas waktu.

“Karena jika prasmanan seperti tahun lalu jemaah yang makan belakangan tidak kebagian lauk-pauknya dan antriannya cukup lama dan panjang,” ucapnya.

Para jemaah haji akan diberikan makan di Madinah selama 8 hari sebanyak 18 kali. Di Arrafah Mina makan akan diberikan sebanyak 16 kali selama melakukan tawaf. Sedangkan, di Jeddah yang melewati hotel transit akan diberikan makan sebanyak tiga kali.
(kri)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved