Ini 4 masalah KPU versi Gerindra

Selasa, 06 Agustus 2013 - 17:20 WIB
Ini 4 masalah KPU versi...
Ini 4 masalah KPU versi Gerindra
A A A
Sindonews.com - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menilai, ada empat permasalahan besar yang harus segera diselesaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Empat masalah itu terkait dengan daftar pemilih sementara (DPS)," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Habiburokhman, Selasa (6/9/2013).

Dia menjelaskan, permasalahan pertama mengenai fakta adanya 50 juta DPS berbasis kartu tanda penduduk (KTP) non elektronik.

"Kedua soal format pengumuman yang tidak sesuai dengan standar UU Nomor 8 Tahun 2012, sehingga sulit mendeteksi pemilih ganda dan pemilih fiktif," ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, soal jadwal sub tahapan pemilu yang sangat sempit dan tidak sinkron. "Dan terakhir soal DPS luar negeri yang hingga kini masih kacau balau," paparnya.

Habiburokhman juga menilai, tidak ada satupun dari empat masalah tersbeut yang sudah diselesaikan atau ditindak lanjuti secara serius oleh KPU.

"Soal DPS berbasis KTP non eletronik misalnya, KPU tidak pernah mencari solusi apa yang bisa dilakukan untuk mencegah pemilih fiktif dan ganda, yang sangat mungkin muncul dengan memanipulasi KTP non elektronik," katanya.

lalu soal pengumuman di website, lanjut Habiburokhman, yang hingga hari terakhir diumumkan yaitu 1 Agustus lalu, formatnya masih berantakan dan bahkan masih banyak DPS dari kabupaten/kota yang berlum diunggah. "Semua persoalan itu seolah diabaikan oleh KPU," tuturnya.

Dia menambahkan, jika empat masalah tersebut tidak segera diselesaikan, sangat mungkin daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014 akan jauh lebih berantakan dibandingkan DPT Pemilu 2009 lalu.

"Secara sederhana dapat dibandingkan, jika pemilih fiktif pada pilpres 2009 diklaim sebanyak 7 juta. Maka, jumlah pemilih fiktif Pemilu 2014 bisa jauh melampaui 7 juta atau bahkan bisa mencapai puluhan juta," imbuhnya.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved