Buruh lebih butuh kesejahteraan ketimbang hari libur nasional

Selasa, 30 Juli 2013 - 14:54 WIB
Buruh lebih butuh kesejahteraan...
Buruh lebih butuh kesejahteraan ketimbang hari libur nasional
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh meminta pemerintah menunjukkan komitmen yang lebih riil kepada para buruh dan pekerja, tidak sekedar dalam tatanan pencitraan saja.

"Penetapan hari libur nasional tersebut pada dasarnya belum menunjukkan itikad holistik dari pemerintah untuk memberdayakan kaum buruh dan pekerja sebagaimana jargon pembangunan pemerintah yang 'pro poor, pro job and pro growth',” tegas Poempida menanggapi penetapan tanggal 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (30/7/2013).

Sebagaimana diwartakan Senin (29/7), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengesahkan hari buruh internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional dan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Poempida mengatakan, secara prinsip dapat mendukung penetapan hari libur nasional tersebut, yang dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh segenap buruh dan pekerja di seluruh wilayah Indonesia.

Padahal, pada hakikatnya yang dibutuhkan oleh buruh dan pekerja pada saat ini adalah suatu kebijakan yang benar-benar berpihak pada terciptanya kesejahteraan bagi para buruh dan pekerja.

Lebih jauh, dikatakan politikus Partai Golkar ini, pemerintah juga harus segera secara pro-aktif melaksanakan berbagai upaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang berkesinambungan. Sehingga, setiap angkatan kerja dapat terserap dan mendapatkan kepastian jenjang karir yang jelas.

Selain itu, tambah Poempida, pemerintah pun harus selalu meningkatkan pengawasan terhadap berbagai masalah ketenagakerjaan yang terjadi di berbagai sektor ekonomi, dan menciptakan kepastian dalam penegakan tata aturan ketenagakerjaan secara obyektif dan tegas.

"Pemerintah harus segera mengambil kebijakan tegas terhadap berbagai masalah ketenagakerjaan di lingkungan BUMN, sehingga tujuan pemberdayaan BUMN untuk kesejahteraan rakyat dapat tercipta secara menyeluruh mencakup masyarakat yang bekerja di lingkungan BUMN,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Menaker Ungkap 3 Langkah...
Menaker Ungkap 3 Langkah Wujudkan Hasil Konferensi Perburuhan Dunia
Dapat Dukungan Nyapres,...
Dapat Dukungan Nyapres, Ganjar Ajak KSPSI Bahas Agenda Perburuhan
Kembali Potong Pajak...
Kembali Potong Pajak Impor, Inggris Kecualikan Pelanggar HAM dan Perburuhan
Jumhur Hidayat Janji...
Jumhur Hidayat Janji Peraturan Perburuhan Dirombak jika Anies-Muhaimin Menang Pilpres
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
Berita Terkini
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved