SBY: Jenderal jangan tekan penegak hukum

Senin, 29 Juli 2013 - 10:32 WIB
SBY: Jenderal jangan...
SBY: Jenderal jangan tekan penegak hukum
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan agar berbagai pihak tidak melakukan penekanan atau intervensi terhadap penegak hukum, termasuk para jenderal hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Saya mengajak penguasa, politikus, jenderal, LSM & pers untuk tidak menekan penegak hukum. Biarkan hukum dan keadilan bicara," ujar SBY dalam akun Twitter @SBYudhoyono, 28 Juli 2013.

Dalam akun media sosial tersebut SBY menyatakan dukungannya kepada hakim yang kerap mendapatkan tekanan dari berbagai kalangan yang terkait kasus hukum yang tengah di sidangkan di pengadilan.

"Laporkan kepada saya apabila hakim alami teror atau ancaman, negara tidak akan biarkan," tegas SBY.

SBY juga berbicara soal peradilan di negeri ini. Dia menilai keadilan itu sederhana. "Keadilan itu sederhana, nyatakan yang salah itu salah & benar itu benar. Jangan dibalik-balik," ucap SBY.

Dalam penanganan kasus hukum di negeri ini, SBY mengaku banyak masyarakat yang mengeluhkan media massa yang dinilai turut menghakimi kasus hukum yang tengah mendapat sorotan publik. Namun hal itu dibantahnya.

"Banyak aduan dari masyarakat seperti penghakiman oleh media dalam kasus-kasus yang terjadi. Itu salah, hanya hakim yang bisa putuskan dalam pengadilan," kata dia.

Selain itu SBY mengingatkan kepada aparatur penegak hukum, baik Polri, Kejaksaan, KPK, dan Pengadilan, untuk dapat menjaga kerahasiaan dokumen hukum yang dapat mengganggu jalannya persidangan suatu kasus.

"Sering pula isi BAP sebuah kasus tersebar ke media & diketahui publik luas. Itu dokumen rahasia. Keadilan terganggu," ucap dia.

Lebih lanjut SBY mengatakan, keputusan hakim dalam persidangan kerap dianggap tidak adil, meskipun keputusan hakim adalah keadilan yang bersifat universal. Sehingga jika ada kejanggalan dalam putusan pengadilan, tentu putusan itu mendapat banyak sorotan publik.

Ketidakadilan putusan pengadilan juga dikeluhkan banyak kepala daerah yang menghadapi kasus hukum. SBY mengatakan, kepala daerah menilai hakim terkesan mencari-cari kesalahan yang sebenarnya tidak ada. Kemudian munculnya oknum apart hukum yang menawarkan solusi melalui cara memeras dan lain sebagainya. "Harus kita lawan," tandas SBY.
(lal)
Berita Terkait
Rakornas Penegakan Hukum...
Rakornas Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024
Pembagian Macam-Macam...
Pembagian Macam-Macam Hukum di Indonesia
Hukum di antara Akal...
Hukum di antara Akal dan Nurani
Penegakan Hukum Sontoloyo
Penegakan Hukum Sontoloyo
Survei Polling Institute:...
Survei Polling Institute: Kondisi Penegakan Hukum Perlu Perbaikan
Praktik Orang Dalam...
Praktik Orang Dalam Dinilai Merusak Demokrasi dan Tatanan Hukum
Berita Terkini
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Prabowo Lantik Pimpinan...
Prabowo Lantik Pimpinan Lembaga Universitas RI Sore Ini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved