Marwan: Pemilu 2014 jadi momentum konsolidasi nasional

Rabu, 24 Juli 2013 - 21:16 WIB
Marwan: Pemilu 2014...
Marwan: Pemilu 2014 jadi momentum konsolidasi nasional
A A A
Sindonews.com - Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa, sangat potensial menjadi negara besar yang sejajar dengan negara maju lainnya.

Untuk itu diperlukan adanya perubahan secara menyeluruh dari semua aspek kehidupan agar cita-cita tersebut dapat tercapai di masa yang akan datang.

"Indonesia telah melampaui masa transisi sejak reformasi tahun 1998. Reformasi Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara yang telah berhasil melakukan reformasi secara damai," kata Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (23/7/2013).

Pada masa tersebut, tambahnya, seluruh komponen bangsa telah sepakat untuk menyongsong Era Indonesia Baru, yakni Indonesia yang lebih adil, makmur dan bermartabat. Lanjutnya, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, tak ada jalan lain kecuali diperlukan adanya perubahan secara menyeluruh.

"Perubahan seperti itu sangat mungkin terjadi manakala pihak-pihak stakeholders (pemangku kepentingan) dan seluruh komponen bangsa benar-benar menumbuhkan kembali moralitas dan kesadaran kolektif akan cita-cita bersama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ketua Fraksi PKB DPR ini.

Hal ini, lanjut Marwan, harus terus menerus ditanamkan agar bangsa ini tidak mudah goyah pemahaman dan pendirian mereka akibat pengaruh adanya berbagai paham yang berkembang dewasa.

"Kita tidak mungkin menghindar dari pengaruh paham tersebut. Kita harus hadapi dengan paham, sikap dan pendirian kita sebagai bangsa yang tangguh," katanya.

Disamping itu, lanjut Anggota Komisi V DPR RI ini, seluruh komponen bangsa perlu merevitalisasi kemampuan yang dimiliki guna mewujudkan cita-cita bersama. Bagi Marwan, potensi bangsa yang demikian besar tersebut akan mudah diperdaya oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab manakala bangsa ini tidak segera merevitalisasi kembali kemampuan mereka.

"Potensi kita ini luar biasa untuk menjadi bangsa besar dan maju, tinggal kita sinergikan lagi sudah pasti bisa," pungkasnya.

Marwan menggambarkan berbagai fenomena negara-negara di Kawasan Timur Tengah dan Afrika yang hancur, lebih disebabkan oleh lemahnya konsolidasi internal bangsa-bangsa tersebut, sehingga mudah diadu-domba oleh pihak lain.

Oleh karenanya, lanjut Marwan, tahun politik (2014) merupakan momentum penting bagi bangsa ini untuk melakukan konsolidasi nasional.

"Momentum konsolidasi ini mutlak diperlukan dan diupayakan secara terus-menerus sehingga bangsa ini semakin solid dan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Gus Halim Tekankan Penataan...
Gus Halim Tekankan Penataan Kepengurusan PKB Tak Hanya Berorientasi Kemenangan Elektoral
Elektabilitas Naik,...
Elektabilitas Naik, PKB Tetap Kerja Keras Capai Target Suara
Konflik PKB-PBNU Meruncing,...
Konflik PKB-PBNU Meruncing, Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Dilaporkan ke Bareskrim
Gelar Musyawarah Wilayah,...
Gelar Musyawarah Wilayah, PKB DKI Jakarta Targetkan Masuk Tiga Pemilu 2024
PKB Berharap Tak Ada...
PKB Berharap Tak Ada Pihak-pihak yang Coba Gagalkan Pemilu 2024
Sambut Harlah PKB, Perempuan...
Sambut Harlah PKB, Perempuan Bangsa Gelar Lomba Masak dan Rias Tumpeng
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved