Hanura imbau polemik antara KPU & Depdagri bisa selesai

Senin, 22 Juli 2013 - 16:17 WIB
Hanura imbau polemik...
Hanura imbau polemik antara KPU & Depdagri bisa selesai
A A A
Sindonews.com - Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) bidang Hukum dan HAM Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kristiawanto, minta polemik Daftar Pemilih Sementara (DPS) antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Departemen Dalam Negeri (Depdagri) segera diselesaikan.

Menurutnya, hasil temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terdapat 4,1 juta Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) bermasalah. Dari itu, pihaknya meminta kedua lembaga tersebut, segera melakukan pencocokan terhadap data tersebut agar meminimalisir masalah.

"Daftar pemilih sementara yang telah ditetapkan oleh KPU 11 Juli 2013 lalu bermasalah, antara lain mengenai akurasi data pemilih," ujar Kristiwanto kepada Sindonews.com, Jakarta, Senin (22/7/2013).

Lebih lanjut dia menegaskan, masalah tersebut bila tidak segera diselesaikan, maka dikemudian hari akan mempengaruhi hasil pemilu, bahkan dapat menimbulkan potensi kecurangan.

"Masalah ini jika tidak segera selesaikan dan diantisipasi sedini mungkin, akan mempengaruhi derajat kualitas Pemilu 2014 mendatang," jelasnya.

Dia melanjutkan, basis data yang ada di dalam daftar pemilih sementara (DPS) merupakan basis data kunci yang kemudian ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT), sebagai data pelaksanaan Pemilu 2014 menjadi fairnes dalam penyelenggaraannya.

"Masalah DPS yang kemudian akan ditetapkan menjadi DPT adalah basis awal pelaksanaan pemilu yang berkualitas," tegasnya.

Selain itu, masalah yang terlihat saat ini antara lain mengenai DPS yang tidak akurasi dengan DP4 yang diserahkan oleh pemerintah kepada KPU. Hal itu, lanjutnya, karena banyaknya data dualisme identitas dalam KTP lama dan eKTP yang masih belum terselesaikan.

"Hingga saat ini program Elektronik KTP belum juga selesai sepenuhnya, sekitar 50 jutaan orang belum memiliki E-KTP," ungkapnya.

Bukan itu saja, menurutnya, antara KPU dan Depdagri dituntut memiliki pijakan dalam akurasi data jumlah penduduk. Sehingga, akurasi jumlah pemilih bisa dicermati sejak awal untuk mengurangi kekisruhan pemilih.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved