Hanura janji pecat kadernya yang diduga korupsi
Rabu, 17 Juli 2013 - 15:48 WIB
Hanura janji pecat kadernya yang diduga korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menyatakan, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), menjadi partai politik (parpol) yang paling bersih di antara partai lain di Indonesia.
Ketua Fraksi Hanura di DPR RI, Sarifuddin Sudding mengatakan, hasil survei LSN menunjukkan kepada publik, selama ini rakyat tidak tidur dan selalu memperhatikan para wakilnya yang duduk di parlemen.
“Survei tersebut menunjukkan bahwa rakyat kita selalu mengawasi para wakilnya yang duduk di parlemen (DPR/DPRD)," ungkap Sudding, lewat rilisnya kepada Sindonews, Rabu (17/7/2013).
"Hal itu semakin mendorong semangat kami yang duduk di parlemen untuk terus menyuarakan kebenaran, meski jumlah anggota kami masih sedikit, sehingga suara Fraksi Hanura sering kalah dalam pengambilan keputusan,” imbuhnya.
Menurut anggota Komisi III DPR RI tersebut, dalam pandangan Partai Hanura, korupsi merupakan penyakit bangsa Indonesia, yang akhirnya membawa rakyat dalam kemiskinan dan keterpurukan. Oleh karena itu, tambah Sudding, sikap Hanura jelas, siapa saja yang terlibat korupsi akan langsung diberhentikan dari keanggotaan partai.
“Prinsip yang sudah digariskan oleh Partai Hanura sangat tegas, apabila ada politikus Partai Hanura yang ketahuan melakukan tindak pidana korupsi, maka langsung dipecat tanpa harus menunggu status hukum dari pengadilan dulu. Hanura tidak ada toleransi dengan korupsi,” tandasnya.
Ketua Fraksi Hanura di DPR RI, Sarifuddin Sudding mengatakan, hasil survei LSN menunjukkan kepada publik, selama ini rakyat tidak tidur dan selalu memperhatikan para wakilnya yang duduk di parlemen.
“Survei tersebut menunjukkan bahwa rakyat kita selalu mengawasi para wakilnya yang duduk di parlemen (DPR/DPRD)," ungkap Sudding, lewat rilisnya kepada Sindonews, Rabu (17/7/2013).
"Hal itu semakin mendorong semangat kami yang duduk di parlemen untuk terus menyuarakan kebenaran, meski jumlah anggota kami masih sedikit, sehingga suara Fraksi Hanura sering kalah dalam pengambilan keputusan,” imbuhnya.
Menurut anggota Komisi III DPR RI tersebut, dalam pandangan Partai Hanura, korupsi merupakan penyakit bangsa Indonesia, yang akhirnya membawa rakyat dalam kemiskinan dan keterpurukan. Oleh karena itu, tambah Sudding, sikap Hanura jelas, siapa saja yang terlibat korupsi akan langsung diberhentikan dari keanggotaan partai.
“Prinsip yang sudah digariskan oleh Partai Hanura sangat tegas, apabila ada politikus Partai Hanura yang ketahuan melakukan tindak pidana korupsi, maka langsung dipecat tanpa harus menunggu status hukum dari pengadilan dulu. Hanura tidak ada toleransi dengan korupsi,” tandasnya.
(maf)