Terkait Pilpres 2014, parpol hanya berpikir pragmatis

Selasa, 16 Juli 2013 - 01:28 WIB
Terkait Pilpres 2014,...
Terkait Pilpres 2014, parpol hanya berpikir pragmatis
A A A
Sindonews.com - Pengamat politik dari Universitas Mercu Buana, Heri Budianto mengatakan, saat ini semua partai politik (parpol) hanya mementingkan pragmatisme politik, terkait Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Menurutnya, pragmatisme politik itu terlihat, dari banyaknya nama yang sudah digadang-gadang untuk ikut dalam pencapresan. Seperti Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).

"Karena jika sampai Jokowi maju maju di pilpres, semua tokoh capres akan sulit mengalahkan Jokowi. Karena itu, sekarang ini lagi didorong semua nama muncul, agar menenggelamkan nama Jokowi di media," kata Heri, saat bertandang ke Gedung Sindo, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) enggan terburu-buru mengusung Calon Presiden (Capres) untuk Pemilu 2014. Alasannya masih menunggu hasil Pemilu Legislati (Pileg) 2014.

"Terkait soal Pilpres 2014 posisi PDIP saat ini memang belum membahasnya secara detail," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Tjahjo Kumolo saat dihubungi dari Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2013).

Menurutnya, saat ini PDIP tengah konsentrasi menjaring suara masyarakat sebagai bagian dari menyambut pemilu mendatang. Lanjutnya, hasil survei mengenai sosok yang dianggap memiliki elektabilitas tingga untuk menjadi Capres 2014, tetap menjadi masukan internal partai pimpinan Megawati Soekarnowati tersebut.

"Hasil survei sebagai salah satu materi pertimbangan bukan satu-satunyanya tolak ukur untuk sebuah keputusan politik partai," tukasnya.

Sementara itu, beberapa partai politik (parpol) sudah mengumumkan capres masing-masing untuk diusung dalam pilpres mendatang. Masing-masing adalah Partai Golkar yang mengusung Aburizal Bakrie, Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto dan Partai Hanura mengusung Wiranto.
(maf)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved